By His Holiness Mahanidhi Swami

5th of October of 2006

(Berikut adalah pelajaran atau renungan Mahanidhi Swami pada prosesi Samadhi Srila Sripada Maharaja di Gopalji Mandir Radha Kunda, yang merupakan penjelasan detail bagaimana  Srila Sripad Maharaj selalu bermeditasi kepada Radha Krishna Lila, khususnya Rasa-Lila dan Lila Radha Krishna Di Radha Kunda, sembari sibuk menjalankan perintah gurunya. Mahanidhi Swami mengatakan Srila Sripada Maharaj kelihatannya sibuk mengajarkan kesana-kemari, keliling dunia, ikut dalam berbagi kegiatan Perdamaian Dunia dan kegiatan lainnya. Sibuk dalam membangun berbagai Proyek tetapi di dalam hati penuh akan bara cinta kepada Radha dan Krishna, bagaikan para Gopi yang selalu menyembunyikan Cintanya. Selamat menikmati-ed)

Srila Sripada Maharaj Ki .....Jay

Srila Sripada Maharaj Ki .....Jay

Mahanidhi Swami: Salah satu brahmacari telah menjelaskan detail tentang bagaimana… Sripada… meninggalkan dunia ini…, Sripada Bhaktisvarupa Damodara Goswami. Kita akan mencoba untuk memberikan perhatian lebih detail tentang proses tersebut, dan kita akan mengulangi beberapa keterangan dan memberikan penjelasan lebih lanjut tentang apa yang terjadi. Satu hal lagi, brahmacari itu… siapa namanya?

Para Penyembah (menjawab):  Vrajendrakumara.

Mahanidhi Swami: Vrajendrakumara… ia telah menjelaskan, ketika ia bertemu, pada malam hari, ketika ia bertemu Guru Maharaja, sekitar jam 10:30. Ia berkata ia melihat jam dan saat itu sekitar jam 10:30 malam, ketika Sripada mengeluh tentang rasa sakit.

Tetapi Vrajendra kumar mengatakan walaupun Sripada merasakan sakit pada pundak dan tangannya, Beliau tersenyum dan menunjukkan perasaan yang sangat gembira dan riang. Ia tidak pernah melihat Guru Maharaja berada dalam keadaan gembira seperti itu. Saya berusaha menangkap apa yang vrajendrakumar katakan. Saat itu Guru Maharaja sangat bersinar dan sangat bahagia, dan bahkan seperti bermain-main. Beliau seperti sedang bermain-main. Beliau mengambil tongkat dan berkata: “Hei.. hei.., kamu anjing tidur! Hei, kamu brahmacari! Kamu seperti anjing tidur, mengapa kamu tidur di saat seperti ini? Tidak tahukah kamu jam berapa ini? Saat ini jam 10:48. Ini merupakan awal dari Nishanta lila. ini merupakan awal dari Rasa Lila.”

Sekarang, mari kita uraikan semuanya bersama-sama. Saya mendengarkan cerita ini dengan sangat jelas sekali.

Uraian Tentang Rasa-Lila (Nishanta-Lila)

Rasa Lila mulai pada saat Nishanta Lila, sekitar jam 10:48 dan selesai sekitar 3:36 pagi hari. Hal itu terjadi di temple, dan Maharaja tidak ingin meninggalkan pertunjukan Rasa Lila tersebut. Beliau ingin pergi setengah jam sebelumnya … Anda telah mendengarkan ceritanya. Saya hanya mengulanginya; saya hanya memolesnya saja …

Maharaja berkata, “Tidak, saya sangat menyukai, saya menikmati Rasa Lila, jadi saya tidak ingin pergi, saya ingin tinggal di sini, biarkan saya mati, biarkan saya meledak, biarkan semua terjadi, tapi saya tidak ingin pergi. Saya merasakan rasa”. Jadi beliau tetap tinggal…

Dan kemudian Beliau melanjutkan untuk mendengarkan Manipuri bhajan, Saya percaya, saat itu ada Manipuri bhajan, dan Manipur bhajan ini tentang… Rasa Lila. Jadi beliau melanjutkan untuk menikmati Manipuri Bhajan, selama beberapa hari berikutnya, dari melihat Rasa Lila, mendengarkan tentang Rasa Lila, bermeditasi pada Rasa Lila, dan apa yang terjadi, wajah Beliau menjadi sangat gembira. Jadi wajah beliau, wajah Guru Maharaja, yang dilihat oleh Vrajendrakumara pada saat terakhir beliau di dunia, adalah wajah seorang penyembah yang hatinya telah menyatu dalam Rasa Lila, oleh  karena itu wajah Beliau bersinar oleh rasa bahagia. Hal itu yang dijelaskan oleh Vrajendrakumar, ia mengatakan bahwa wajah Beliau sangat bahagia.

Maniuri Rasa-Lila Dance

Maniuri Rasa-Lila Dance

Dan Beliau tidak merasakan sakit apa pun dari tubuh fisik beliau karena Beliau terhanyut dalam svarupa beliau… Svarupa Damodara Goswami. Beliau terhanyut dalam nitya svarupa beliau sebagai manjari, melayani Radha and Krishna di dalam Rasa Lila. Jadi pada malam hari Beliau melayani Rasa Lila dan pada siang hari Beliau melayani lila di Radha Kunda, karena pada madhyama lila, kegiatan itu dimulai pada siang hari, dari jam 10:48 pagi sampai jam 3:36 sore. Dan pada jam 10:48 malam sampai jam 3:36 pagi, merupakan nishanta lila. Jadi hal ini sangat sesuai …

Para Penyembah:  Haribooool!!!

Sri Sri Radha Krishna and Sakhis

Sri Sri Radha Krishna and Sakhis

Mahanidhi Swami: Jadi Beliau meninggalkan dunia ini dan pada jam berapa beliau meninggalkan dunia ini? Beliau bermeditasi pada Rasa Lila, Beliau menyaksikan itu semua, Beliau mendengarkan itu semua… Hal penting lainnya, Beliau bertanya pada Vrajendrakumara, “Jam berapa ini?” Ingat? Beliau berkata, “Jam berapa ini?”

Ia berkata (Vrajendrakumara berkata): jam 10:36…35.  Dan Sripada berkata: “Ok, biarkan saya menunggu beberapa menit…” Ok, sekarang saya siap untuk masuk. Karena saat itu adalah nishanta lila, yang artinya di mana Rasa Lila mulai. Rasa Lila mulai dari jam 10:36 atau 10:48. Kalau tidak, untuk apa Beliau peduli jam berapa saat itu? Ini karena Beliau ingin datang ke Rasa Lila tepat waktu.

Jadi hal ini sangat, sangat dalam dan merupakan pelajaran yang penting.

Hal lainnya, brahmacari kita Vrajendrakumara berkata, kecenderungan Maharaja adalah untuk memulai segala sesuatu sendiri karena Beliau tidak dapat menyerahkan kepada seorang murid untuk memulai sesuatu, karena mereka butuh inisiatif, mereka membutuhkan petunjuk. Jadi beliau akan memulai banyak, banyak proyek dan rencana secara pribadi. Saya kira Beliau berkata sesuatu tentang… kaum muda dan sains, rekaman dan penerbitan, temple, dan masih banyak lagi… dan kita yang akan melaksanakannya.

Jadi ada dua hal lagi; Saya akan menghubungkan hal ini dengan satu hal lagi.

Srila Prabhupada, Guru Maharaja kita, Prabhupada memberikan Beliau nama Svarupa Damodara Goswami…Swami, apa hal itu benar?!

Para Penyembah: Svarupa Damodara brahmacari,

Mahanidhi Swami: Svarupa Damodara…, itu bagian yang benar. Jadi Beliau memberikan nama Svarupa Damodara, dan Beliau adalah seorang ilmuwan. Dan Beliau mengajarkan kepada para ilmuwan tentang bagaimana menyerahkan diri pada Krishna dan untuk melayani Krishna. Beliau mengajarkan kepada mereka, “Kalian harus menyerahkan diri pada Krishna dan mendedikasikan hidupmu pada Kesadaran Krishna (Kesadaran akan Tuhan)”. Jadi beliau bertindak sebagai seorang guru bagi para ilmuwan, benar? Beliau adalah seorang ilmuwan yang mengajarkan ke kalangan ilmuwan.

Sekarang jika kita melihat arti Svarupa Damodara… Svarupa Damodara adalah Lalita Sakhi. Dalam Gaura Lila Svarupa Damodara ada di situ… tapi dalam Krishna Lila Svarupa Damodara adalah Lalita Sakhi. Dan Lalita Sakhi mengajarkan kepada semua sakhi dan manjari bagaimana mencintai Radha dan Krishna. Jadi untuk orang-orang, karmi atau roh-roh terikat, kepada para ilmuwan, Svarupa Damodara (Sripad Maharaj) telah mengajarkan kepada mereka semua, “Berserah dirilah pada Krishna, cintailah Krishna”.  Dan untuk para penyembah Beliau juga merupakan seorang guru. Beliau mengajarkan bagaimana untuk mencintai Radha-Madhava, Radha-Govinda. Sebagai seorang guru, Beliau merupakan guru bagi para ilmuwan dan Beliau merupakan guru bagi kita semua para penyembah bagaimana melayani Radha dan Krishna, Radha Govinda. Jadi Beliau memulai dan Beliau juga memberi contoh. Beliau berkata:  “Lihat! lihatlah, saya menikmati, saya menikmati Rasa-Lila, ini merupakan param gati (tujuan tertinggi) kita, ini merupakan sadhya kita, ini merupakan tujuan kita, ini merupakan ilmu pengetahuan, hal ini penuh dengan ekspresi pengetahuan Ketuhanan, ini merupakan prema – untuk mencintai Radha dan Krishna.”

Dan Srila Prabhupada, ketika Devi Sakti Mataji bertanya pada Srila Prabhupada, ia berkata: “Srila Prabhupada, dapatkah kita mempunyai temple kecil Krishna Balarama di Radha Kunda?

Dan Srila Prabhupada berkata: “Dan apa yang akan kamu lakukan di situ?”

Dan ia menjawab: “Well, kita akan menyebarkan buku Anda. Karena di setiap temple di seluruh dunia kita menyebarkan buku dan mengajarkan dan mempunyai program standar.”

Dan Srila Prabhupada berkata: “Tidak! Tidak di sana.”

Devi Sakti, murid Prabhupada, ia merasa heran: “Oh! Kita akan mempunyai temple tetapi tanpa penyebaran buku?”

Srila Prabhupada berkata: “Tidak! Radha-Kunda adalah untuk merasakan/menikmati Rasa (Trancendental mellow of loving service).”

Jadi, seperti Swami Maharaja kita telah mengatakan seperti itu, Bhaktisvarupa Damodara Maharaja telah menunjukkan bagaimana caranya. Ya, Beliau mengajarkan pada kita dua hal dari tirobhava beliau, dengan Beliau masuk ke dalam nitya-lila pravesha. Beliau mengajarkan dua hal – “Datang ke Rasa Lila, simpan Rasa Lila di dalam pikiran dan hatimu dan datanglah ke Radha kunda.” Ini merupakan ajaran yang diberikan oleh Beliau kepada kita, “Pada siang hari Anda ada di Radha Kunda, pada malam hari Anda ada di dalam Rasa Lila; dalam kesadaran, dalam hati.”

Jadi Beliau sangat menikmati. Dan Atmanivedana Swami telah mengatakan bahwa melalui karunia Sripada, Beliau dapat tinggal di sini selama tiga hari.

Melalui karunia Sripada, Saya (Mahanidhi Swami), dapat tinggal di temple ini selama 10 tahun.

Para Penyembah: Hariboooool!!!

Mahanidhi Swami: Dan saya mempunyai atau menjadi semua saksi di sini.

Saya datang ke sini pada tahun 1994, ketika Sripada Maharaja mendapatkan temple ini dan saya mulai dari ruangan yang rusak ditas. Tanpa atap… ruangan ini hanya punya empat tembok dan tidak ada yang lain lagi. Saya menemui Sukadeva (murid Sripada) dan berkata: “Dapatkah kamu menolong saya? Saya ingin membuat bangunan ini menjadi bhajan kuntir. Dapatkah kamu memasang atap dan lain-lainnya? Berapakah biayanya?”

Ia berkata: “sekitar sepuluh ribu rupee…”

Saya berkata: “Ambilah ini…”, dan ia melakukan semuanya. Dan saya merayakan Kartika pertama saya di sini dan 10 Kartika berikutnya, dari 1994 sampai 2004…, melalui karunia Sripada.

Sekarang, setiap kali saya bertemu dengan Beliau, ketika Beliau datang, saya selalu bertanya: “Maharaja, kapankah Anda datang ke Radha Kunda Anda? Ini adalah temple anda. Tertulis di luar, ‘Manipur Gopal Mandir’, dan Anda adalah orang Manipur, bukan saya. Saya datang dari tempat yang jauh di luar Manipur. Jadi, Maharaja, ini adalah temple Anda!.”

Sripada Maharaja berkata: “Maharaja, saya ingin datang dan melakukan Bhajan di sini”.

Seperti yang anda tahu Beliau adalah seorang bhajananandi yang hebat. Hati Beliau selalu terserap dalam bhajan, tapi Beliau tetap melakukan guru seva Beliau. Hati Beliau ada di sini, hati Beliau selalu bermeditasi, selalu mengucapkan dan menyanyikan segala hal tentang Radha Kunda, tentang Lila Radha Krishna, dan Rasa Lila di dalam hati.

Juga, terkadang kita mendengar, “Oh Rasa Lila, jangan membaca tentang Rasa Lila, jangan mendengarkan tentang hal itu.” Tentu saja hal itu merupakan hal yang paling utama, tapi Sripada mengajarkan contoh yang indah ini dan saya yakin kita harus mendengarkannya dengan gembira, tentu saja hal ini merupakan hal yang sangat menyedihkan karena kehilangan pergaulan dari Gurudeva kita tercinta dan guru bhai (Saudara Seguru). Tapi, lihatlah hal yang dicontohkan oleh Beliau. Beliau mendedikasikan seluruh hidup, hidup abadi Beliau, hidup Beliau yang dapat anda semua saksikan. Seluruh hidup Beliau didedikasikan untuk misi guru kerohanian Beliau, Bhaktivedanta Institute, pengajaran ke kalangan ilmuwan… tapi ada dua hidup seorang penyembah, hidup external dan hidup internal.

Kata “gopi”…, kita berkata, “gopi”, “vraja gopi”…, “gopi”, kata dasar dari gopi adalah “gup”. “Gup” berarti rahasia. “Gupta”, rahasia, tersembunyi, pribadi. Jadi seorang gopi, Vraja Gopi adalah seseorang yang membiarkan cintanya menyala di dalam hati mereka dengan cara yang rahasia. Para gopi, mengocok mentega, mereka membuat patty dari kotoran sapi, mereka memasak untuk suami mereka, mereka merawat segala hal, mereka merawat sapi, mereka melakukan segala sesuatu yang merupakan kewajiban, semua tugas ashram mereka, mereka melakukan segalanya…, tapi dalam hati mereka, mereka terhanyut dalam cinta mereka pada Krishna.

Jadi ajaran yang indah ini telah diberikan oleh Bhaktisvarupa Damodara Goswami. Secara eksternal Beliau khusuk melayani misi yang diperintahkan oleh guru beliau, “Guru ajna”, siang dan malam. Tapi guru ajna datang dengan dua cara. Ada guru ajna untuk sadhaka rupa dan guru ajna untuk siddha rupa.

Guru ajna untuk siddha rupa adalah untuk melayani dan membantu lila Radha Govinda yugala, dalam Rasa Lila dan di Radha Kunda dan melalui astakaliya lila.

Jadi, secara internal di dalam hati, hal itu ke luar. Beliau tidak dapat menyembunyikan hal ini lagi dan Beliau ingin masuk ke dalam lila tersebut. Sekarang beliau telah mulai…, seperti yang dikatakan brahmacari ini…, Beliau memulai segala sesuatu dan membiarkan kita untuk menyelesaikannya. Jadi Beliau memulai…, Beliau berkata, “Lihat! Saya telah memulai…, Lihat! Saya menunjukkan sesuatu pada kalian. Selama ini kalian berpikir kalau saya adalah seorang ilmuwan. Sesungguhnya selama ini, saya adalah seorang parama-rasika-vaishnava”…

Para Penyembah (dengan keras): Srila Sripada ki jaaaaya!!!

Mahanidhi Swami: …“ Hati saya telah terhanyut”…

Lihatlah, ketika saya sering bertanya pada Beliau, beberapa kali dalam 10 tahun; Bayangkan, setiap 10 tahun, Beliau akan datang tiap tahun, tiap tahun selama 10 tahun saya di sini. Dan saya bertanya, “Bagaimana Anda dapat meninggalkan tempat ini, bagaimana Anda bisa?… nektar, kedamaian, kebahagiaan, karunia yang mengalir di sini…, dan Anda meninggalkan tempat ini?”. Saya melihat ke dalam mata Beliau.

Isi hati Beliau akan tampak melalui mata Beliau dan berkata: “Saya sangat ingin tinggal di sini dan melakukan bhajan. Suatu hari saya akan tinggal di sini (di Radha Kunda), dan saya akan menulis ulasan Bhagavatam (Vedanta-ed) dan saya akan menyanyikan bhajan-bhajan.”

Jadi sekarang kita harus menjalankan apa yang telah Beliau mulai. Beliau telah memulai tradisi memunculkan keinginan yang kuat untuk tinggal di Radha-Kunda. Keinginan untuk masuk ke lila Radha dan Krishna.

Selama pelayanan Beliau dari 1970…

Para Penyembah: 1969.

Mahanidhi Swami: Mulai 1969. 37 tahun telah didedikasikan, 24 jam sehari, untuk melayani guru. Tapi di dalam hati, Beliau selalu terbakar dalam cinta, ketertarikan, dan melayani lila Radha and Krishna. Jadi Beliau telah memberi petunjuk, Beliau telah memulai sesuatu. “Ya saya telah memulainya, saya pergi sekarang, saya pergi ke sini, saya yang  pertama pergi. Saya telah memulainya, Saya telah sampai di Rasa Lila, Saya telah sampai di Radha Kunda. JADI KAPAN KALIAN SEMUA AKAN BERGABUNG DENGAN SAYA?”

Sripada Goswami kiiii…

Para Penyembah: Jaaaaaaya!!!

Alih Bahasa Dhira Kesava Das

Popularity: 64% [?]

5 Responses to “Terserap dalam Rasa-Lila !”

Leave a Reply