<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sripada Nectar &#187; VEdanta dan Sains</title>
	<atom:link href="http://www.sripadanectar.com/tag/vedanta-dan-sains/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sripadanectar.com</link>
	<description>All About Srila Sripada (DR. T.D. Singh, Ph.D)</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 03:18:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Bertanya: mencari tahu tentang sesuatu!</title>
		<link>http://www.sripadanectar.com/bertanya-mencari-tahu-tentang-sesuatu.html</link>
		<comments>http://www.sripadanectar.com/bertanya-mencari-tahu-tentang-sesuatu.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 15:46:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scientific Article]]></category>
		<category><![CDATA[Vedanta and Science]]></category>
		<category><![CDATA[arti kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[filosofi kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan dan asal mula jagat raya]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan dan evolusi spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[makna dan tujuan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa saya menderita]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan paling penting]]></category>
		<category><![CDATA[pertanyaan terpenting manusia]]></category>
		<category><![CDATA[rasa ingin tahu manusia]]></category>
		<category><![CDATA[siapakah saya apa tujuan saya]]></category>
		<category><![CDATA[tentang kebenaran mutlak]]></category>
		<category><![CDATA[VEdanta dan Sains]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sripadanectar.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[Adalah Keunikan Bentuk Kehidupan Manusia. Pertanyaan apakah yang terpenting? Oleh TD Singh, Ph.D Pertanyaan, jijnasa, merupakan sifat-dasar kehidupan. Setiap orang bertanya tentang suatu hal atau hal lain. Selama hidupnya, seseorang mengalami berbagai fase seperti usia tua, penyakit dan banyak macam penderitaan. Oleh karena itu, kita ingin menemukan solusi masalah-masalah diatas. Setiap karya riset ilmiah merupakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Adalah Keunikan Bentuk Kehidupan Manusia. Pertanyaan apakah yang terpenting?</strong></p>
<p>Oleh TD Singh, Ph.D  <img class="alignleft size-medium wp-image-369" title="lotus nice" src="http://www.sripadanectar.com/wp-content/uploads/2009/11/lotus-nice-300x198.jpg" alt="lotus nice" width="300" height="198" />Pertanyaan,<em> jijnasa,</em> merupakan sifat-dasar kehidupan. Setiap orang bertanya tentang suatu hal atau hal lain. Selama hidupnya, seseorang mengalami berbagai fase seperti usia tua, penyakit dan banyak macam penderitaan. Oleh karena itu, kita ingin menemukan solusi masalah-masalah diatas. Setiap karya riset ilmiah merupakan sejenis (usaha untuk) bertanya. Srila Prabhupäda mengatakan bahwa <strong><em>Jikalau seseorang belum naik ke posisi ”mengajukan pertanyaan tentang penderitaan yang dialaminya,” maka dia belum dianggap sebagai seorang manusia sempurna</em></strong>. Kemanusiaan dimulai ketika jenis pertanyaan ini muncul dalam pikirannya. Oleh karena itu, <strong>Pertanyaan</strong> membentuk proses yang paling penting untuk memperoleh pengetahuan. Kita ingin mengetahui hal-hal yang berada di luar apa yang dapat kita lihat secara biasa. Kita telah menemukan mikroskop elektron, teleskop, dan sebagainya&#8211;untuk memuaskan rasa penasaran kita. Namun semua ini belumlah cukup. Indera-indera kita dan perpanjangan indera-indera kita (seperti mikroskop, teleskop, dan lain-lain –ed) masih sangat terbatas.  <span id="more-368"></span> <strong><em>Dapatkah seekor burung bertanya tentang kehidupannya? Makhluk-makhluk hidup biasa yang innocent seperti burung dan hewan hanya bertanya tentang kebutuhan-kebutuhan badannya</em></strong>. Mereka bertanya, ”di manakah ada air?, di manakah ada makanan?, di manakah ada tempat berteduh?”, dan seterusnya. Namun mereka tidak memiliki kemampuan untuk bertanya tentang makna dan tujuan kehidupan yang lebih mendalam. Tetapi dalam bentuk kehidupan manusia, orang diberkati dengan kemampuan unik untuk bertanya di luar kebutuhan-kebutuhan badan ini. Inilah kualifikasi khusus dan khas bentuk kehidupan manusia. Ketika seorang anak mulai berkembang, dia bertanya kepada orang tuanya tentang banyak hal yang ada di sekitarnya, seperti ‘Apa ini?’, ‘Apa itu?’, dan sebagainya. Dengan cara seperti ini, anak itu mengumpulkan pengetahuan dari orang tuanya. Oleh karena kecerdasan yang sadar sudah berkembang sepenuhnya, umat manusia dapat mengajukan berbagai tingkat pertanyaan termasuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam tentang kehidupan. <strong><span style="text-decoration: underline;">Pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan manusia pastilah untuk mengetahui Kebenaran Mutlak, <em>jivasya tattvajijnäsä.</em></span></strong> <strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong> <em>Srimadbhagavatam</em> (1.2.10) menyatakan:</p>
<p align="center"><em>kämasya nendriyaprétirläbho jéveta yävatä</em></p>
<p align="center"><em>jivasya tattvajijnäsä närtho yaç ceha karmabhih</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p><strong>Terjemahan:</strong> “Keinginan-keinginan hidup hendaknya tidak pernah diarahkan kepada kepuasan indera-indera. Seseorang sebaiknya hanya menginginkan kehidupan yang sehat, atau hanya untuk memelihara badan, karena Kehidupan Manusia adalah dimaksudkan untuk bertanya tentang Kebenaran Mutlak. Seharusnya tidak ada hal lain yang menjadi tujuan pekerjaan seseorang.”  <strong>Kemampuan untuk bertanya tentang kebenaran tertinggi membuat kehidupan manusia berbeda secara khas dengan semua bentuk kehidupan yang lain. <em>Newton bertanya mengapa buah apel jatuh ke bawah. Sebagai jawaban atas pertanyaan ini, dia menemukan hukum grafitasi<sup>26</sup></em></strong><em>,</em> <em> </em></p>
<p align="center"><strong>F = G m<sub>1</sub>m<sub>2</sub>/d<sup>2</sup></strong></p>
<p><em> </em> <strong><em>di mana F adalah gaya tarik-menarik antara dua benda yang memiliki massa m<sub>1</sub> dan m<sub>2</sub>, d adalah jarak antara kedua benda dan G adalah konstanta grafitasi.</em></strong> <em> </em> Demikianlah Vedanta menekankan bahwa mata pelajaran utama dari bentuk kehidupan manusia adalah untuk bertanya tentang sains Kebenaran Mutlak, Tuhan.  <em>Katha Upanisad</em> (1.3.14) dengan tekanan kata yang sangat kuat dan seksama memberikan panggilan keras kepada seluruh umat manusia dalam ayat berikut:  <em>uttiñöha jägratä präpta-varän nibodhata</em> <em>kñurasya dhärä niçitä duratyayä</em> <em>durgaà pathas tat kavayo vadanti</em> <strong>Terjemahan: </strong>Bangkitlah! Bangunlah! berusahalah untuk mengerti anugerah yang kini engkau telah dapatkan dalam bentuk kehidupan manusia. Jalan keinsyafan rohani adalah sangat sulit; ia tajam bagaikan pinggiran pisau silet, sulit untuk ditempuh dan susah untuk diseberangi, begitu dikatakan oleh orang-orang suci yang terpelajar.  <strong>Vincent Dethier, seorang ahli biologi dan psikolog terkenal dari Amerika<em>, juga menyatakan, “Salah satu sifat khas yang membedakan manusia dengan binatang-binatang yang lain adalah kebutuhan pengetahuan untuk kepentingannya sendiri. Banyak binatang merasa ingin tahu, namun bagi mereka keingintahuan merupakan suatu segi penyesuaian diri. Manusia memiliki rasa lapar untuk mengetahui. Dan semua orang tanpa kecuali, karena telah dianugerahi dengan kemampuan untuk mengetahui, dia memiliki kewajiban untuk mengetahui.</em></strong>”<sup>27</sup> Dengan cara yang serupa, <strong>Ayn Rand, seorang penulis dan filosof termasyur dari Russia</strong> menyimpulkan dalam karya besarnya <em>Atlas Shrugged</em>: <strong><em>“Manusia tidak akan dapat bertahan hidup kecuali memperoleh pengetahuan, dan berpikir logis adalah cara mereka satu-satunya untuk mendapatkannya. … Pikiran manusia adalah perkakas dasarnya untuk bertahan hidup. … Untuk bertahan hidup, dia harus bertindak, dan sebelum bertindak, dia harus mengetahui hakikat serta tujuan dari tindakannya. … Untuk bertahan hidup, dia harus berpikir.”</em></strong><sup>28</sup> ‘Siapakah saya?’, ‘apakah Kebenaran Mutlak Yang Paling Utama?’, ‘apakah asal mula kehidupan itu?’, ‘apakah kehidupan itu?’, ‘Bagaimanakah nasib sang <em>jiva</em> manusia ketika badannya telah mati?’ merupakan beberapa pertanyaan dasar yang dapat diajukan oleh umat manusia. Jadi, sutra pertama <em>Vedänta-sütra</em> mengarahkan manusia yang banyak berpikir untuk bertanya tentang kebenaran yang paling mendasar.  Finf more di  ”seri Vedanta dan Sains 1: Kehidupan dan Asal mula Jagat Raya”  Rp 35. 000  Dan  ”Kehidupan dan Evolusi Spiritual”  Rp. 25.000</p>
<img src="http://www.sripadanectar.com/?ak_action=api_record_view&id=368&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sripadanectar.com/bertanya-mencari-tahu-tentang-sesuatu.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SAATNYA  bertanya tentang KEBENARAN MUTLAK</title>
		<link>http://www.sripadanectar.com/saatnya-bertanya-tentang-kebenaran-mutlak.html</link>
		<comments>http://www.sripadanectar.com/saatnya-bertanya-tentang-kebenaran-mutlak.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 05:27:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Scientific Article]]></category>
		<category><![CDATA[Vedanta and Science]]></category>
		<category><![CDATA[arti kehidupan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Evolusi Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[evolusi spiritual evolusi darwin]]></category>
		<category><![CDATA[makna kehidupan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[menguak misteri kehidupan manusia]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan ilmiah vedanta]]></category>
		<category><![CDATA[VEdanta dan Sains]]></category>
		<category><![CDATA[vedanta kesimpulan veda]]></category>
		<category><![CDATA[vedanta sutra dan kehdupan manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sripadanectar.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[Menguak misteri keistimewaan Kehidupan Manusia. Oleh T.D. Singh, Ph.D Founder of Vedanta and Science Educational Reasearch Foundation, Kolkata and Sambalpur, India. (Kita sudah sering mendengar bahwa kehidupan sebagai manusia adalah kehidupan yang paling istimewa dan paling sempurna. Apakah itu benar? Jika ya, dalam hal apa ? Bukankah kehidupan manusia dengan kehidupan makhluk lainnya sama saja? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Menguak misteri keistimewaan Kehidupan Manusia.</p>
<p style="text-align: left;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Oleh T.D. Singh, Ph.D</strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Founder of Vedanta and Science Educational Reasearch Foundation, </strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Kolkata and Sambalpur, India.</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><em>(Kita sudah sering mendengar bahwa kehidupan sebagai manusia adalah kehidupan yang paling istimewa dan paling sempurna. </em><em>Apakah itu benar? Jika ya, dalam hal apa ? Bukankah kehidupan manusia dengan kehidupan makhluk lainnya sama saja? Sama-sama makan, berketurunan, tidur, membela diri dan kesamaan lainnya. Lalu jika memang benar kehidupan manusia itu istimewa atau sempurna, bagaimanakah itu? Simaklah jawabnnya pada ulasan ilmiah akan ajaran Vedanta berikut ini-ed)</em></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong>Apa itu Vedanta?</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-306" title="life-and-origin" src="http://www.sripadanectar.com/wp-content/uploads/2009/11/life-and-origin.jpg" alt="life-and-origin" width="100" height="155" /><img class="size-full wp-image-307 alignleft" title="vedanta-sc-II" src="http://www.sripadanectar.com/wp-content/uploads/2009/11/vedanta-sc-II.jpg" alt="vedanta-sc-II" width="100" height="155" /><img class="size-full wp-image-308 alignleft" title="vbt" src="http://www.sripadanectar.com/wp-content/uploads/2009/11/vbt.jpg" alt="vbt" width="100" height="160" />Vedanta<sup>1</sup> dikatakan sebagai bentuk risalah ilmiah dan keagamaan yang paling tinggi  warisan peradaban dan spiritual India. Kata Vedanta adalah gabungan kata Sanskerta, dengan menggabungkan dua kata – <em>Veda </em>dan <em>anta.</em> <em>Veda </em>berarti pengetahuan dan <em>anta </em>berarti akhir. Dengan demikian, kata Vedanta berarti puncak pengetahuan atau pengetahuan kebenaran yang Tertinggi. Harus dicatat bahwa kata Vedanta tidak hanya merujuk kepada kitab  <em>Vedänta-sütra</em> melainkan juga seluruh kesusasteraan Veda yang menjelaskan kesimpulan-kesimpulan akhir Veda, terutama kitab-kitab sebagai berikut: <em>Bhagavad-gitä,</em> S<em>rimadbhägavatam, Upanisad-upanisad,</em> dan sebagainya. (Vedanta) Adalah sains spiritual yang merupakan dasar segala pengetahuan, <em>sa brahma-vidyä sarva-vidyä pratisthä </em>(<em>Munduka Upanisad</em> 1.1.1).</p>
<p>Dalam Vedanta tidak pernah terjadi pertentangan antara sains dan spiritualitas. Ini adalah hal yang unik dalam pemikiran India. Hal ini disebabkan karena kenyataan bahwa sains lebih banyak mempelajari alam material sedangkan Vedanta mempelajari baik alam material maupun alam spiritual. Alam spiritual mencakup studi yang lebih dalam terhadap realitas-realitas di luar alam material, yakni di luar atom dan molekul ’<em>beyond atom and mollecules</em>’. Jadi Vedanta menginsyafi keberadaan sang jiwa, <em>ätman </em>dan kesadaran, <em>cetana, </em>kualitas atau sifat dasar sang jiwa. Dengan kata lain, Vedanta menyediakan sebuah latar belakang yang lengkap dan terperinci untuk membuktikan bahwa terdapat sebuah dimensi realitas yang lain, termasuk realitas tentang keberadaan Tuhan, yang dapat dirasakan melalui indra-indra dan pikiran spiritual. Dengan demikian, seorang ilmuwan yang memiliki sedikit latar belakang dalam Vedanta tidak mempunyai kesulitan untuk melihat peranan yang berbeda yang sains dan spiritualitas sediakan dalam pencarian pengetahuan. <em>Keduanya saling melengkapi satu sama lain</em>. Saat ini, kebanyakan ilmuwan tidak membuka diri terhadap spiritualitas. Karenanya, penting sekali untuk memasukkan paradigma spiritualitas ke dalam studi ilmiah.</p>
<p><em>Sütra</em> didefinisikan sebagai sebuah aforisme atau sandi atau rumus yang mengekspresikan esensi pengetahuan dengan jumlah kata minimum. Ia harus dapat diterapkan secara universal dan tanpa kesalahan dalam penyajian kebahasaan maupun filosofisnya. <em>Vedänta-sütra </em>(<em>VS</em>) terdiri dari aforisme-aforisme atau rumus-rumus yang mengungkapkan kesimpulan-kesimpulan pengetahuan kebenaran Veda dalam bentuk yang sangat padat. <em>Vedäntasütra </em>disusun oleh Srila Vyäsadeva<sup>2</sup>,</p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p align="center"><strong>SUTRA PERTAMA </strong><strong><em>Vedänta-sütra </em></strong> (VS. 1.1.1) berbunyyi sebagai berikut:</p>
<p align="center"><em>athato brahmä-ji</em><em>jnäsä</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<p><em>atha–</em> sekarang ; <em>atah–</em> oleh karena itu ; <em>Brahma–</em> <em>Brahman,</em> Kebenaran Mutlak, Tuhan; <em>jijnäsä</em>– bertanya.</p>
<p><strong>Terjemahan:</strong> <strong>“Oleh karena itu, sekarang, orang hendaknya bertanya tentang hakikat </strong><strong><em>Brahman,</em></strong><strong>Kebenaran Mutlak, atau Tuhan.”</strong></p>
<p><span id="more-305"></span><!--more--></p>
<p align="center"><strong>Ulasan Ilmiah</strong></p>
<p align="center">
<p>Menurut ulasan ilmiah Veda, terdapat  jenis kehidupan (mikroorganisme, tumbuh-tumbuhan, tumbuhan atau binatang yang hidup di air, burung, reptil, hewan, manusia dan makhluk-makhluk sejenis manusia lainnya) yang digolongkan berdasarkan tingkat kemiripan keadaan atau tingkat kesadaran yang dimiliki oleh spesies-spesies yang berbeda. Menurut skala waktu kosmik evolusi kesadaran, suatu makhluk hidup memperoleh bentuk kehidupan manusia setelah melewati berjuta-juta jenis bentuk kehidupan.</p>
<p>Harus dicatat bahwa menurut Vedanta, biodiversitas atau keragaman hayati adalah suatu proses untuk mengakomodasi tingkat kesadaran dari setiap individu dan terdapat suatu Evolusi Kesadaran bertahap dari suatu bentuk yang memiliki tingkat kesadaran rendah ke bentuk yang memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi sesuai dengan hukum-hukum <em>karma</em> (sebab dan akibat) yang halus. Lebih jauh Vedanta menjelaskan bahwa banyak bentuk kehidupan yang termanifestasi secara bersamaan. Dengan kata lain, variasi genetika sudah ada di dalam rencana-kosmik. Observasi Arber<sup>23</sup> bahwa mutasi genetika bukan disebabkan oleh kesalahan atau kekeliruan, hal ini memperkuat konsep-konsep Vedanta. Menurut Vedanta, bentuk-bentuk hayati sudah ada didalam rencana-kosmik, dan oleh karena itu hal ini bertentangan dengan konsep Evolusi-Biologis Darwin. <span style="text-decoration: underline;">Bukanlah seleksi-alam dan mutasi secara acak atau tak disengaja yang akan menjadi penyebab dari keragaman hayati</span>. Sang-diri (atau jiva) yang memiliki Kesadaran akan secara terus-menerus berpindah-pindah dari satu bentuk ke bentuk yang lain hingga partikel spiritual atau sang-diri yang memiliki kesadaran (<em>cit-kana</em>) tersebut mencapai bentuk (kehidupan) manusia.</p>
<p>Dalam bentuk kehidupan manusia, kesadaran (<em>cetana</em>), kecerdasan (<em>buddhi</em>), pikiran (<em>manas</em>), indera-indera (<em>indriyas</em>) telah berkembang sepenuhnya. Dengan demikian, umat manusia telah dilengkapi secara sempurna untuk mengajukan <em>jijïäsa</em> (pertanyaan) yang paling dalam, pertanyaan mengenai hal-hal spiritual. Pesan yang serupa menggema dalam pernyataan Albert Einstein yang menyatakan bahwa mengetahui rencana Tuhan adalah paling penting sedangkan yang lainnya adalah tidak begitu penting. Melalui pertanyaan, <em>sambandha</em> ini, hubungan antara sang diri dengan Tuhan akan dibangun dan pengetahuan spiritual yang suci tentang sang diri akan dapat dimengerti. <em>Isa Upaniñad</em> lebih jauh menyatakan,<em> isäväsyamidam sarvam,</em> segala sesuatu adalah milik Tuhan Yang Mahaesa. Oleh karena itu, segalanya harus dipergunakan, termasuk karya-karya para ilmuwan dan semua pemimpin dunia untuk melayani Tuhan Yang Mahaesa. Singkatnya, inilah pandangan Vedanta berhubungan dengan kewajiban utama dari umat manusia.</p>
<p>Kata, “&#8230;oleh karena itu, sekarang&#8230;..” mengandung arti yang sangat penting. Banyak sarjana yang terpelajar menjelaskan bahwa kedua kata tersebut menunjukkan bahwa sekarang engkau telah mendapatkan bentuk kehidupan manusia ini dan oleh karena itu engkau seharusnya bertanya tentang hakikat <em>Brahman,</em> Kebenaran Mutlak. Orang  bijaksana akan menemukan bahwa setelah merasakan yang dinamakan dengan kebahagiaan dan kemewahan material, dia, cepat atau lambat, akan mengerti bahwa dunia material adalah sebuah tempat penderitaan yang tiada akhir bukanlah tempat kebahagiaan dan kepuasan. Bahkan seorang yang paling kaya dan dokter yang paling ahli sekalipun tak akan dapat terlepas dari penyakit, usia tua serta kematian. Saat ini, setelah membuat begitu banyak kemajuan dalam bidang sains dan teknologi, kita mengalami sebuah dimensi bahaya besar yang baru dalam bentuk terorisme, perang nuklir, perang kuman penyakit, masalah kelangsungan hidup dipertaruhkan. Secara langsung maupun tidak langsung kebudayaan ilmiah materialistik kita adalah penyebab dari semua kecemasan yang besar ini. Dengan kesalahan mengguanakan kebebasan bertindak, banyak produk penemuan ilmiah kita juga telah menjadi penyebab kehancuran kita. Ini hanyalah gila-gilaan dan Vedanta menjelaskan bahwa sebab utama dari seluruh permasalahan yang berbahaya ini adalah kurangnya pengetahuan spiritual mengenai kehidupan dan pengetahuan tentang Kebenaran Mutlak Yang Paling Utama. Dengan demikian dalam bentuk kehidupan manusia, orang yang banyak berpikir harus dapat menginsyafi bahwa tidak ada hal yang lebih penting daripada mempelajari hakikat dari realitas tertinggi, <em>Brahman,</em> Tuhan. Jadi, <em>sütra</em> ini memiliki sebuah pesan yang sangat penting untuk disampaikan kepada komunitas ilmiah dunia.</p>
<p>Srila Baladeva Vidyäbhüsana menulis dalam ulasannya: “Kata ‘<em>atha</em>’ berarti saat ini juga; ‘<em>ataù</em>’ berarti oleh karena itu. Makna dari <em>sütra </em>ini adalah pertanyaan tentang <em>Brahman</em> harus diajukan sekarang juga. Saat ini juga merupakan tambahan dari kualifikasi berikut: Seseorang, yang telah mempelajari Veda sebagaimana mestinya, yang telah mengerti maknanya secara umum, yang telah melaksanakan kewajiban-kewajibannya dalam tingkatan hidup atau <em>äsrama</em> sebagaimana mestinya, yang jujur, yang pikirannya telah disucikan dengan perbuatan-perbuatan seperti itu, yang telah mendapatkan keberuntungan dengan bertemu dengan seseorang yang mengetahui kebenaran dia sebaiknya mulai bertanya tentang <em>Brahman.</em>”<sup>25</sup></p>
<p>Telah disebutkan sebelumnya bahwa menurut Vedanta seseorang mendapatkan bentuk kehidupan manusia setelah melewati  bentuk kehidupan. Kehidupan manusia adalah paling berharga dan tidak ada jaminan apakah orang akan mendapatkan kesempatan hidup sebagai manusia lagi atau tidak pada penjelmaannya selanjutnya. Inilah kesempatan satu-satunya di mana seseorang dapat keluar dari perputaran kelahiran dan kematian di dunia material dengan memotong sepenuhnya rantai <em>karma.</em> Ini dapat dilaksanakan melalui proses spiritual <em>bhakti-yoga, sravanam</em> (mendengar), <em>kirtanam</em> (memuji), <em>smaranam</em> (mendengar), dan sebagainya, tentang kemuliaan transcendental Tuhan Yang Mahaesa. Seseorang yang serius tidak akan mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Dengan alasan ini, Vedanta tidak menganjurkan tindakan-tindakan yang tidak alamiah seperti euthanasia (tindakan mematikan seseorang untuk meringankan penderitaan sekarat), pembunuhan dengan cinta-kasih <em>’mercy killing’</em> ataupun bantuan bunuh diri bahkan bagi orang yang menderita penyakit mematikan ataupun perpanjangan usia secara artifisial. Demikianlah, Vedanta juga memiliki banyak hal yang harus disampaikan mengenai etika-etika biomedis. Dengan demikian, kata, ‘oleh karena itu, sekarang’, mempunyai makna yang luas mengenai betapa pentingnya nilai kehidupan manusia.</p>
<p>Buku-buku tersebut dapat dipesan di India. http://www.binstitute.org</p>
<p>Telah tersedia di Indonesia buku-buku &#8220;Vedanta and Science series&#8221;</p>
<p>bagi yang berminat dapat sms ke Putu: 081805681672 atau wayan: 081237592245</p>
<p>(Tinggal Duduk manis di rumah Anda bisa mendapatkan bukue keren tersebut..ayo sms sekarang&#8230;persedian terbatas)</p>
<img src="http://www.sripadanectar.com/?ak_action=api_record_view&id=305&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sripadanectar.com/saatnya-bertanya-tentang-kebenaran-mutlak.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>VEDANTA and SCIENCE: Kehidupan dan Asal Mula Jagat Raya</title>
		<link>http://www.sripadanectar.com/vedanta-and-science-kehidupan-dan-asal-mula-jagat-raya.html</link>
		<comments>http://www.sripadanectar.com/vedanta-and-science-kehidupan-dan-asal-mula-jagat-raya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2009 10:54:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book And Publications]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[apa itu kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[asal mula jagat raya]]></category>
		<category><![CDATA[Bhaktisvarupa Damodara Swami]]></category>
		<category><![CDATA[Bhaktisvarupa Damodara Swami Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Bhaktisvarupa Damodara Swami Book]]></category>
		<category><![CDATA[Bhaktivedanta Institute Books]]></category>
		<category><![CDATA[Bhaktivedanta Institute Publication]]></category>
		<category><![CDATA[Big Bang]]></category>
		<category><![CDATA[Big Vision]]></category>
		<category><![CDATA[Buku TD Singh]]></category>
		<category><![CDATA[Conversation with Prabhupada]]></category>
		<category><![CDATA[DR TD Singh]]></category>
		<category><![CDATA[Evolusi Kesadaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan dan asal mula jagat raya]]></category>
		<category><![CDATA[Last Visit Bhaktisvarupada Damodara]]></category>
		<category><![CDATA[Lecture]]></category>
		<category><![CDATA[makna kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[meaning of life]]></category>
		<category><![CDATA[morning walk]]></category>
		<category><![CDATA[Nectarian Srila Sripada]]></category>
		<category><![CDATA[origin of universe]]></category>
		<category><![CDATA[purpose of life]]></category>
		<category><![CDATA[Sripada Lecture]]></category>
		<category><![CDATA[study of life]]></category>
		<category><![CDATA[Svarupa Damodara Srila Prabhupada]]></category>
		<category><![CDATA[TD Singh and Prabhupada]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[Vedanta and Science]]></category>
		<category><![CDATA[VEdanta dan Sains]]></category>
		<category><![CDATA[VEdanta sutra]]></category>
		<category><![CDATA[what is life?]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sripadanectar.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[VEDANTA AND SCIENCE SERIES: LIFE AND ORIGIN OF THE UNIVERSE by Dr. T. D. Singh (His Holiness Bhaktisvarupa Damodara Swami) pp. 84, Softbound Rp. 50.000 (Yang English) Rp. 38.000 (Yang Bahasa Indonesia) ISBN: 81-901369-3-3 Vedanta merupakan kesimpulan atau kata akhir Literatur (Kitab-kitab) Veda. Vedanta- Sutra tersusun atas ayat-ayat pendek yang disebut dengan sutra. Setiap sutra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>VEDANTA AND SCIENCE SERIES: LIFE AND ORIGIN OF THE UNIVERSE</strong></p>
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_233" class="wp-caption alignleft" style="width: 110px"><img class="size-full wp-image-233" title="life-and-origin" src="http://www.sripadanectar.com/wp-content/uploads/2009/10/life-and-origin1.jpg" alt="Vedanta dan Sains No.1: Kehidupan dan Asal Mula Jagat Raya" width="100" height="155" /><p class="wp-caption-text">Vedanta dan Sains No.1: Kehidupan dan Asal Mula Jagat Raya</p></div>
<p>by Dr. T. D. Singh (His Holiness Bhaktisvarupa Damodara Swami)</p>
<p>pp. 84, Softbound</p>
<p>Rp. 50.000 (Yang English)</p>
<p>Rp. 38.000 (Yang Bahasa Indonesia)</p>
<p>ISBN: 81-901369-3-3</p>
<p>Vedanta merupakan kesimpulan atau kata akhir Literatur (Kitab-kitab) Veda. Vedanta- Sutra tersusun atas ayat-ayat pendek yang disebut dengan <em>sutra</em>. Setiap sutra memiliki kedalaman arti dan makna, maka itu orang biasa tidak mudah mengerti dengan membacanya begitu saja. <em>sutra </em>ibarat suatu rumus atau formula yang terdiri atas huruf atau kata yang singkat, harus diberi penjelasan agar orang umum bisa mengertinya. Maka itu sejak dahulu kala Para Acharya agung menyusun berbagai ulasan Vedanta Sutra secara panjang lebar. seperti yang dilakukan oleh Madhvacarya, Ramanuja Acharya, dan lain-lainnya. Kini di dunia modern ini, telah hadir seorang pengulas Vedanta Sutra, Sri Srimad Bhaktisvarupa Damodara Swami (TD Singh, Ph.D) seorang rohaniawan Hindu yang juga jebolan University Of California, USA.  <span id="more-232"></span><!--more-->Beliau Menyajikan dua sutra pertama VEdanta sutra dalam buku ini, tentunya disertai dengan ulasan, kali ini ulasan yang tidak seperti sebelumnya, melainkan Ulasan dari kacamata Ilmiah (Scientific Commentary). Walaupun TD Singh seorang DOktor, namun penyajiannya dalam buku ini sangat mudah dimengerti, penjelasannya sangat mengalir. bahasanya sederhana. penuh dengan kejutan dan membuka cakrawala.</p>
<p>So &#8230;. Dont Miss it. !</p>
<p>Karena di dalamnya Dibahas:</p>
<p>Ketidaksempurnaan Big Bang Theory, Big Vision: alternatif Vedanta. Asal-usul Jagat-raya. Apakah Jagat raya ini tertutup atau terbuka? Apakah alam-semesta itu cuma satu atau banyak? apakah penciptaan alam semesta itu cuma sekali? atau bersiklus? Apakah setelah kiamat tidak ada penciptaan lagi? dan tentunya Pembahasan tentang Jagat raya ini di dahului dengan uraian-uraian yang mendasar seperti What is Life? apa makna dan tujuah kehidupan itu? Banyak Lagi!</p>
<p><strong>VEDANTA AND SCIENCE SERIES: LIFE AND ORIGIN OF THE UNIVERSE</strong></p>
<p>Since the dawn of civilization, all philosophical, scientific, religious and even artistic works, in principle, have centered around the study of life, its meaning and the origin of the universe. What is life? What is the origin of the universe? Is there any meaning and purpose behind the manifestation of life and the universe? What is the unseen couse behind the manifestation of the percaivable universe? These questions have puzzled all the great thinkers around the world over the ages. Vedanta, the topmost scientific and philosophical treatise of  Indian spiritual and cultural heritage has a lot to contribute in this area and could provide a vital laep in expanding our knowledge of life and the origin of the universe. In this unique book, His Holiness Bhaktisvarupa Damodara Svami (Dr. T. D. Singh) investigates life and the secrets of the origin of the universe and depicts the relevance of vedantic wisdom in the context of modern scientific and tecnological developments.</p>
<img src="http://www.sripadanectar.com/?ak_action=api_record_view&id=232&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sripadanectar.com/vedanta-and-science-kehidupan-dan-asal-mula-jagat-raya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

