Posts Tagged ‘Evolusi Kesadaran’
dan Langkanya Kelahiran sebagai Manusia
by DR. T.D. Singh, Ph.D
Dalam pandangan Vedanta, Evolusi didefinisikan sebagai perjalanan partikel-kehidupan yang memiliki kesadaran-sang jiva)-yang jumlahnya tak dapat dihitung dalam ruang dan waktu sebagaimana mereka berpindah-pindah dari satu bentuk badan ke bentuk badan yang lain dibawah Hukum karma (sebab dan akibat). Derajat atau tingkat kesadaran, guna (sifat) dan karma (aktifitas) dari setiap makhluk hidup akan menentukan arah dari jalan evolusinya. Kesalahan Darwin adalah bahwa dia tidak dapat memahami eksistensi kesadaran. Dengan demikian, Vedanta tidak menerima teori evolusi Darwin. Dalam keadaan-keadaan normal, kesadaran berkembang dalam garis lurus dan juga bertambah bijaksana. Badan-badan atau bentuk-bentuk yang berbeda-beda untuk mengakomodasi makhluk dengan kesadaran tertentu telah disusun oleh alam dalam rencana kosmik (mayädhyaksna prakrtih – Bhagavadgétä 9.10). Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, Brahmä Vaivarta Purana menjelaskan sebagai, açétià caturaç caiva lakñäàs täï jéva-jätiñu bhramadbhiù puruñaiù präpyaà mänuñyaà janma-paryayät, artinya orang mendapatkan bentuk kehidupan manusia setelah menggantikan 8.4 bentuk-bentuk kehidupan yang lain.
Lebih jauh, Padma Purana memberikan sebuah pernyataan yang lengkap mengenai bentuk-bentuk kehidupan yang berbeda-beda tersebut sebagai berikut:
Popularity: 55% [?]
Menguak misteri keistimewaan Kehidupan Manusia.
Oleh T.D. Singh, Ph.D
Founder of Vedanta and Science Educational Reasearch Foundation,
Kolkata and Sambalpur, India.
(Kita sudah sering mendengar bahwa kehidupan sebagai manusia adalah kehidupan yang paling istimewa dan paling sempurna. Apakah itu benar? Jika ya, dalam hal apa ? Bukankah kehidupan manusia dengan kehidupan makhluk lainnya sama saja? Sama-sama makan, berketurunan, tidur, membela diri dan kesamaan lainnya. Lalu jika memang benar kehidupan manusia itu istimewa atau sempurna, bagaimanakah itu? Simaklah jawabnnya pada ulasan ilmiah akan ajaran Vedanta berikut ini-ed)
Apa itu Vedanta?


Vedanta1 dikatakan sebagai bentuk risalah ilmiah dan keagamaan yang paling tinggi warisan peradaban dan spiritual India. Kata Vedanta adalah gabungan kata Sanskerta, dengan menggabungkan dua kata – Veda dan anta. Veda berarti pengetahuan dan anta berarti akhir. Dengan demikian, kata Vedanta berarti puncak pengetahuan atau pengetahuan kebenaran yang Tertinggi. Harus dicatat bahwa kata Vedanta tidak hanya merujuk kepada kitab Vedänta-sütra melainkan juga seluruh kesusasteraan Veda yang menjelaskan kesimpulan-kesimpulan akhir Veda, terutama kitab-kitab sebagai berikut: Bhagavad-gitä, Srimadbhägavatam, Upanisad-upanisad, dan sebagainya. (Vedanta) Adalah sains spiritual yang merupakan dasar segala pengetahuan, sa brahma-vidyä sarva-vidyä pratisthä (Munduka Upanisad 1.1.1).
Dalam Vedanta tidak pernah terjadi pertentangan antara sains dan spiritualitas. Ini adalah hal yang unik dalam pemikiran India. Hal ini disebabkan karena kenyataan bahwa sains lebih banyak mempelajari alam material sedangkan Vedanta mempelajari baik alam material maupun alam spiritual. Alam spiritual mencakup studi yang lebih dalam terhadap realitas-realitas di luar alam material, yakni di luar atom dan molekul ’beyond atom and mollecules’. Jadi Vedanta menginsyafi keberadaan sang jiwa, ätman dan kesadaran, cetana, kualitas atau sifat dasar sang jiwa. Dengan kata lain, Vedanta menyediakan sebuah latar belakang yang lengkap dan terperinci untuk membuktikan bahwa terdapat sebuah dimensi realitas yang lain, termasuk realitas tentang keberadaan Tuhan, yang dapat dirasakan melalui indra-indra dan pikiran spiritual. Dengan demikian, seorang ilmuwan yang memiliki sedikit latar belakang dalam Vedanta tidak mempunyai kesulitan untuk melihat peranan yang berbeda yang sains dan spiritualitas sediakan dalam pencarian pengetahuan. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Saat ini, kebanyakan ilmuwan tidak membuka diri terhadap spiritualitas. Karenanya, penting sekali untuk memasukkan paradigma spiritualitas ke dalam studi ilmiah.
Sütra didefinisikan sebagai sebuah aforisme atau sandi atau rumus yang mengekspresikan esensi pengetahuan dengan jumlah kata minimum. Ia harus dapat diterapkan secara universal dan tanpa kesalahan dalam penyajian kebahasaan maupun filosofisnya. Vedänta-sütra (VS) terdiri dari aforisme-aforisme atau rumus-rumus yang mengungkapkan kesimpulan-kesimpulan pengetahuan kebenaran Veda dalam bentuk yang sangat padat. Vedäntasütra disusun oleh Srila Vyäsadeva2,
SUTRA PERTAMA Vedänta-sütra (VS. 1.1.1) berbunyyi sebagai berikut:
athato brahmä-jijnäsä
atha– sekarang ; atah– oleh karena itu ; Brahma– Brahman, Kebenaran Mutlak, Tuhan; jijnäsä– bertanya.
Terjemahan: “Oleh karena itu, sekarang, orang hendaknya bertanya tentang hakikat Brahman,Kebenaran Mutlak, atau Tuhan.”
Popularity: 64% [?]
VEDANTA AND SCIENCE SERIES: LIFE AND ORIGIN OF THE UNIVERSE

Vedanta dan Sains No.1: Kehidupan dan Asal Mula Jagat Raya
by Dr. T. D. Singh (His Holiness Bhaktisvarupa Damodara Swami)
pp. 84, Softbound
Rp. 50.000 (Yang English)
Rp. 38.000 (Yang Bahasa Indonesia)
ISBN: 81-901369-3-3
Vedanta merupakan kesimpulan atau kata akhir Literatur (Kitab-kitab) Veda. Vedanta- Sutra tersusun atas ayat-ayat pendek yang disebut dengan sutra. Setiap sutra memiliki kedalaman arti dan makna, maka itu orang biasa tidak mudah mengerti dengan membacanya begitu saja. sutra ibarat suatu rumus atau formula yang terdiri atas huruf atau kata yang singkat, harus diberi penjelasan agar orang umum bisa mengertinya. Maka itu sejak dahulu kala Para Acharya agung menyusun berbagai ulasan Vedanta Sutra secara panjang lebar. seperti yang dilakukan oleh Madhvacarya, Ramanuja Acharya, dan lain-lainnya. Kini di dunia modern ini, telah hadir seorang pengulas Vedanta Sutra, Sri Srimad Bhaktisvarupa Damodara Swami (TD Singh, Ph.D) seorang rohaniawan Hindu yang juga jebolan University Of California, USA. Read the rest of this entry »
Popularity: 92% [?]