Archive for the ‘Vedanta and Science’ Category


Apakah keberadaan Tuhan hanya takhayul?
Ataukah sangat Saintifik?
Apakah Tuhan dapat dimengerti dengan Explorasi SAintifik Semata?
Apakah sumber terpercaya tentang TUhan?
Apakah Konsep para Ilmuwan, seperti Einstein tentang Tuhan?
Apakah Peranan kitab suci dalam Riset Ilmiah tentang TUhan?
Apakah Sintesis VEdanta dan SAins itu?
Apakah VEdanta itu bisa diulas secara ilmiah atau saintifik?
TEMUKAN SEMUA JAWABANNYA HANYA DALAM BUKU ini
PErsediaan TErbatas.!!
cepat hubungi: sripada.nectar@gmail.com atau sms ke 081805681672
Popularity: 47% [?]
Adalah Keunikan Bentuk Kehidupan Manusia. Pertanyaan apakah yang terpenting?
Oleh TD Singh, Ph.D
Pertanyaan, jijnasa, merupakan sifat-dasar kehidupan. Setiap orang bertanya tentang suatu hal atau hal lain. Selama hidupnya, seseorang mengalami berbagai fase seperti usia tua, penyakit dan banyak macam penderitaan. Oleh karena itu, kita ingin menemukan solusi masalah-masalah diatas. Setiap karya riset ilmiah merupakan sejenis (usaha untuk) bertanya. Srila Prabhupäda mengatakan bahwa Jikalau seseorang belum naik ke posisi ”mengajukan pertanyaan tentang penderitaan yang dialaminya,” maka dia belum dianggap sebagai seorang manusia sempurna. Kemanusiaan dimulai ketika jenis pertanyaan ini muncul dalam pikirannya. Oleh karena itu, Pertanyaan membentuk proses yang paling penting untuk memperoleh pengetahuan. Kita ingin mengetahui hal-hal yang berada di luar apa yang dapat kita lihat secara biasa. Kita telah menemukan mikroskop elektron, teleskop, dan sebagainya–untuk memuaskan rasa penasaran kita. Namun semua ini belumlah cukup. Indera-indera kita dan perpanjangan indera-indera kita (seperti mikroskop, teleskop, dan lain-lain –ed) masih sangat terbatas. Read the rest of this entry »
Popularity: 62% [?]
dan Langkanya Kelahiran sebagai Manusia
by DR. T.D. Singh, Ph.D
Dalam pandangan Vedanta, Evolusi didefinisikan sebagai perjalanan partikel-kehidupan yang memiliki kesadaran-sang jiva)-yang jumlahnya tak dapat dihitung dalam ruang dan waktu sebagaimana mereka berpindah-pindah dari satu bentuk badan ke bentuk badan yang lain dibawah Hukum karma (sebab dan akibat). Derajat atau tingkat kesadaran, guna (sifat) dan karma (aktifitas) dari setiap makhluk hidup akan menentukan arah dari jalan evolusinya. Kesalahan Darwin adalah bahwa dia tidak dapat memahami eksistensi kesadaran. Dengan demikian, Vedanta tidak menerima teori evolusi Darwin. Dalam keadaan-keadaan normal, kesadaran berkembang dalam garis lurus dan juga bertambah bijaksana. Badan-badan atau bentuk-bentuk yang berbeda-beda untuk mengakomodasi makhluk dengan kesadaran tertentu telah disusun oleh alam dalam rencana kosmik (mayädhyaksna prakrtih – Bhagavadgétä 9.10). Sebagaimana dinyatakan sebelumnya, Brahmä Vaivarta Purana menjelaskan sebagai, açétià caturaç caiva lakñäàs täï jéva-jätiñu bhramadbhiù puruñaiù präpyaà mänuñyaà janma-paryayät, artinya orang mendapatkan bentuk kehidupan manusia setelah menggantikan 8.4 bentuk-bentuk kehidupan yang lain.
Lebih jauh, Padma Purana memberikan sebuah pernyataan yang lengkap mengenai bentuk-bentuk kehidupan yang berbeda-beda tersebut sebagai berikut:
Popularity: 55% [?]
Oleh T.D. Singh, Ph.D.

hanya Rp. 35.000
Apakah yang Vedanta sampaikan kepada kita tentang Brahman, Kebenaran Mutlak? Dalam Srimadbhagavatam (1.2.11), kita menemukan tiga kategori Kebenaran Mutlak: vadanti tat tattva-vidas tattvaà yaj jnänam advayam brahmeti paramätmeti bhagavän iti çabdyate Terjemahan: Para Rohaniwan Terpelajar-yang mengetahui Kebenaran Mutlak- menyebut Substansi-Yang-Tunggal itu (Tuhan-ed) dengan tiga sebutan sebagai berikut: Brahman (Yang Mutlak-Yang Tanpa Atribut), Paramätma (Roh Yang Utama yang bersemayam dalam segala sesuatu), atau Bhagavän (Pribadi Tuhan Yang Mahaesa Sendiri). Swami Prabhupäda menjelaskan dalam ulasannya, “Kebenaran Mutlak adalah baik subyek maupun obyek, dan tidak ada perbedaan kualitatif di sana. Oleh karena itu, Brahman, Paramätmä dan Bhagavän secara kualitatif adalah satu dan sama saja. Substansi yang sama diinsyafi sebagai Brahman yang bersifat impersonal oleh penganut Upanisad, sebagai Paramätma yang berada di suatu tempat oleh para Hiranyagarbha atau para yogi, dan sebagai Bhagavän oleh para Bhakta Tuhan. Dengan kata lain, Bhagavän atau Pribadi Tuhan Yang Mahaesa, adalah kata terakhir tentang Kebenaran Mutlak. Paramätmä merupakan representasi sebagian dari Pribadi Tuhan Yang Mahaesa, Brahman yang impersonal merupakan cahaya yang menyilaukan Pribadi Tuhan Yang Mahaesa, seperti halnya sinar matahari dengan matahari sendiri.”29 Read the rest of this entry »
Popularity: 53% [?]
Menguak misteri keistimewaan Kehidupan Manusia.
Oleh T.D. Singh, Ph.D
Founder of Vedanta and Science Educational Reasearch Foundation,
Kolkata and Sambalpur, India.
(Kita sudah sering mendengar bahwa kehidupan sebagai manusia adalah kehidupan yang paling istimewa dan paling sempurna. Apakah itu benar? Jika ya, dalam hal apa ? Bukankah kehidupan manusia dengan kehidupan makhluk lainnya sama saja? Sama-sama makan, berketurunan, tidur, membela diri dan kesamaan lainnya. Lalu jika memang benar kehidupan manusia itu istimewa atau sempurna, bagaimanakah itu? Simaklah jawabnnya pada ulasan ilmiah akan ajaran Vedanta berikut ini-ed)
Apa itu Vedanta?


Vedanta1 dikatakan sebagai bentuk risalah ilmiah dan keagamaan yang paling tinggi warisan peradaban dan spiritual India. Kata Vedanta adalah gabungan kata Sanskerta, dengan menggabungkan dua kata – Veda dan anta. Veda berarti pengetahuan dan anta berarti akhir. Dengan demikian, kata Vedanta berarti puncak pengetahuan atau pengetahuan kebenaran yang Tertinggi. Harus dicatat bahwa kata Vedanta tidak hanya merujuk kepada kitab Vedänta-sütra melainkan juga seluruh kesusasteraan Veda yang menjelaskan kesimpulan-kesimpulan akhir Veda, terutama kitab-kitab sebagai berikut: Bhagavad-gitä, Srimadbhägavatam, Upanisad-upanisad, dan sebagainya. (Vedanta) Adalah sains spiritual yang merupakan dasar segala pengetahuan, sa brahma-vidyä sarva-vidyä pratisthä (Munduka Upanisad 1.1.1).
Dalam Vedanta tidak pernah terjadi pertentangan antara sains dan spiritualitas. Ini adalah hal yang unik dalam pemikiran India. Hal ini disebabkan karena kenyataan bahwa sains lebih banyak mempelajari alam material sedangkan Vedanta mempelajari baik alam material maupun alam spiritual. Alam spiritual mencakup studi yang lebih dalam terhadap realitas-realitas di luar alam material, yakni di luar atom dan molekul ’beyond atom and mollecules’. Jadi Vedanta menginsyafi keberadaan sang jiwa, ätman dan kesadaran, cetana, kualitas atau sifat dasar sang jiwa. Dengan kata lain, Vedanta menyediakan sebuah latar belakang yang lengkap dan terperinci untuk membuktikan bahwa terdapat sebuah dimensi realitas yang lain, termasuk realitas tentang keberadaan Tuhan, yang dapat dirasakan melalui indra-indra dan pikiran spiritual. Dengan demikian, seorang ilmuwan yang memiliki sedikit latar belakang dalam Vedanta tidak mempunyai kesulitan untuk melihat peranan yang berbeda yang sains dan spiritualitas sediakan dalam pencarian pengetahuan. Keduanya saling melengkapi satu sama lain. Saat ini, kebanyakan ilmuwan tidak membuka diri terhadap spiritualitas. Karenanya, penting sekali untuk memasukkan paradigma spiritualitas ke dalam studi ilmiah.
Sütra didefinisikan sebagai sebuah aforisme atau sandi atau rumus yang mengekspresikan esensi pengetahuan dengan jumlah kata minimum. Ia harus dapat diterapkan secara universal dan tanpa kesalahan dalam penyajian kebahasaan maupun filosofisnya. Vedänta-sütra (VS) terdiri dari aforisme-aforisme atau rumus-rumus yang mengungkapkan kesimpulan-kesimpulan pengetahuan kebenaran Veda dalam bentuk yang sangat padat. Vedäntasütra disusun oleh Srila Vyäsadeva2,
SUTRA PERTAMA Vedänta-sütra (VS. 1.1.1) berbunyyi sebagai berikut:
athato brahmä-jijnäsä
atha– sekarang ; atah– oleh karena itu ; Brahma– Brahman, Kebenaran Mutlak, Tuhan; jijnäsä– bertanya.
Terjemahan: “Oleh karena itu, sekarang, orang hendaknya bertanya tentang hakikat Brahman,Kebenaran Mutlak, atau Tuhan.”
Popularity: 64% [?]