Archive for the ‘Lecture’ Category

BSDS: raja vidya raja guhyam pavitram idam uttamam, pratakshyagamaman dharmam su-sukham kartam avyayam. Jai Guru Maharaj Srila Prabhupada ki,

Jay Bali Bhakta Vaishnava Vrinda ki

Nitai Gaura Premananda ki

Devotees: Jai Sripad Maharaj ki

BSDS: So understanding the distinction between matter and spirit as well as devotional service, so this is called raja vidya, means the king of education. And also not only the king of education, it is the most confidential. Confidential means, in our case means open confidential, you keep things very carefully. So we have to keep this in mind. So when you practice our devotional life with, then you will become very strong internally. So we have deep internal spiritual strength and then you depend on the blessings of the acharya and vaishnavas and then our devotional life will become –  protected by the blessings of guru and Krishna. So this is very simple, here in this book the distinction between matter and life, so very simply, we give the example that matter – the particle of matter is called electron, right? You have all heard electron? So what is meant by email? Electronic mail, right? That electronic is the same as this electron. Electronic mail, right? But then what is the example of life? So the example of life is called spiriton. Electron and spiriton. So therefore Krishna says the distinction, to understand the distinction, what is the distinction between the electron and the spiriton? What is the distinction?

Devotee: Electron is unconscious, but spiriton is conscious, chetana.

Read the rest of this entry »

Popularity: 59% [?]

Delivered by

DR. TD Singh (Sri Srimad Bhaktisvarupa Damodara Swami Sripada)*

at

Institut Hindu Dharma

Denpasar, Bali, Indonesia

Tanggal 29 Desember 2005.

Vasudeva para Veda/ vasudeva para makha

Vasudeva para yoga/ vasudeva para kriya

Vasudeva param jnanam/ vasudeva para tapah

Vasudeva paro dharmo/ vasudeva para gatih

“Obyek pengetahuan tertinggi adalah Vasudeva, Krishna, Pribadi Tuhan Yang Maha Esa. Tujuan melaksanakan korban suci adalah untuk memuaskan-Nya. Yoga adalah untuk menginsyafi diri-Nya. Segala hasil karma (pahala) sebenarnya hanya dianugerahkan oleh-Nya. Dia adalah pengetahuan tertinggi dan segala pertapaan keras seharusnya dilakukan hanya untuk mengenal diri-Nya. Agama (Dharma) adalah pelayanan suci kepada-Nya. Dia adalah tujuan tertinggi hidup kita.”

Maharaj menjelaskan sekilas tentang pokok-pokok bahasan yang terkandung di dalam Vedanta, yaitu tentang lima topik utama:

Isvara: Penguasa Atau tentang Tuhan Yang Maha Esa

Jiva: tentang Jiwa atau roh

Prkrti: tentang alam semesta materiil

Kala: tentang waktu

Karma: tentang perbuatan dan reaksi dari perbuatan itu.

Tema Vedanta sangat luas, maka saya akan mencoba untuk memberikan secara ringkas. Jadi ada perbedaan antara alam spiritual atau dunia rohani dengan dunia materiil, dengan demikian menurut Vedanta ada dua kategori ilmu pengetahuan pula yaitu para-vidya (pengetahua rohani) dan apara-vidya (ilmu pengetahuan materiil).

Jadi walaupun sudah banyak ada dialog antara kelompok dalam satu agama dan lintas agama di dunia ini, namun  masih banyak terjadi kritikan yang pedas dan kejam dari umat lain ke umat yang lain, seperti yang terjadi baru-baru ini terjadi pada umat Hindu di Russia. Disana ada kritikan yang sangat pedas terhadap proses pemnbangunan sebuah kuil Iskcon yang direncanakan. Mereka menyebarkan hasutan dengan mengatakan Tuhan Hindu, Bhagavan Sri Krishna merupakah sosok atau tokoh yang jahat, jadi dia memakai hal ini sebagai alasan dan menekan pemerintah dengan mengatakan “Mengapa  membawa tokoh jahat ini masuk ke negera kita?”

Sebenarnya (tanah) kuil Iskcon itu merupakan sumbangan dari presiden putin karena dia dekat dengan salah seorang presiden India, dan Iskcon berhak membangun kuil disana, namun kekacauan itu terjadi baru-baru ini, hal ini salah satu akibat kurangnya pengetahuan rohani.

Seperti telah dijelaskan diatas ada jenis pengetahuan para-vidya dan apara-vidya, dan para-vidya adalah pengetahuan yang tertinggi dan utama.

Ilmu pengetahuan modern atau pengetahun materiil (Sains) adalah penunjang ilmu pengetahuan spiritual karena ilmu pengetahuan materiil atau ilmu pengetahuan ilmiah ini dapat diarahkan untuk mengerti ilmu pengetahuan spiritual, maka akan lebih baik…..

Jadi sebenarnya ilmu pengetahuan materiil ini adalah pengetahuan tambahan untuk membantu ilmu pengetahuan spiritual.

Dalam konsep christian, selalu dipertentangkan antara Sains dan Agama, oleh karena itu selalu terjadi pertentangan antra kelompok agama dengan kemajuan Sains, seperti misal dalam teori evolusi dan lain sebagainya.

Sains merupakan Pengetahuan sistematis, dimana harus ada hipotesis, kemudian dari hipotesis akan dilakaukan eksperimen, dari eksperimen akan didapat atau dapat dikumpulkan data-data. Eksperimen ini dilakukan dengan lima indera yang dimiliki. Jadi inilah proses dasr Sains.

Teknologi adalah Pemanfaatan ilmu pengetahuan ilmiah untuk kepentingan tertentu, seperti misalnya dalam kepentingan pengeras suara, maka ada teknologi seperti mikropon ini, inilah yang disebut dengan teknologi.

Seperti pada dewasa ini hampir semua orang memiliki telepon seluler (hand phone-hp). Studi elektron 9dan hal-hal yang berkaitann dengannya) merupakan lapangan pekerjaan Sains. Dan dari studi tentang elektron, dalam ilmu elektronik ini menghasilkan berbagai teknologi diantaranya adalah telepon seluler. Temuan-temuan ini, secara langsung, tidak dapat memperbaiki kemajuan agama atau kemajuan spiritual seseorang (yang merupakan sumber kebahagiaan sejati), karena ia hanya merupakan bersifat suplementer atau sebagai pengetahuan penunjang (apara-vidya) bagi pengetahuna spiritual (para-vidya).

Jadi sebenarnya, teknologi dapat menunjang jalan spiritual. Maka itu dalam Vedanta atau Hinduisme Sains dan Agama dapat hidup bersama-sama atau berdampingan. Sains dan teknologi dapat diarahkan kepada pelayanan Tuhan. Namun jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka Sains dapat menjadi alat sumber kekacauan yang besar seperti adanya bom atau berbagai terorisme yang merebak dewasa ini.

Good News-Para Cendikiawan dan Ilmuwan mulai melirikTuhan

Ada berita bagus dari luar negeri, dewasa ini di berbagai belahan dunia, banyak kelompok-kelompok ilmuwan mulai mempelajari ilmu pengetahuan spiritual (atau setidaknya muli mengarah ke arah itu). Hal seperti mensintesis pengetahuan spiritual dengan Sains juga banyak dilakukan, hal ini terjadi hanya semata mata untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

Salah temuan mereka yang terbarau adalah tentang teori fine-tune, seperti misal adanya hukum gravitasi, yang ditemukan oleh Isaac Newton.

Dan dalam dunia fisika, massa elektron selalu konstan dan konstanta ini pastilah diciptakan oleh Tuhan (pandangan Vedanta). Fine-tune berarti mengakui keberadaan Tuhan. Tentang ketuhanan ini merupakan suatu istilah yang sudah umum di indonesia bahkan tercantum dalam sila pertama pancasila, namun di dunia, banyak tokoh peraih nobel (yang tadinya belum/tdk) sekarang mulai mengakui keberadaan Tuhan. Tetapi mereka bukannya mengerti secara agama atau kitab suci, tetapi lewat temuan-temuan ilmiah, karena itu dengan ilmu dan Kesadaran Tuhan, maka mereka dapat berusaha menghentikan berbagai penyimpangan seperti yang banyak terjadi dewasa ini; bunuh diri, narkotika, dan lain-lain.

Jadi konsep ilmiah tentang keberadaan Tuhan ini (lihat buku seri Vedanta & Sains no.02) dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah sosial di atas tadi. Seperti komunitas di Indonesia dan di Bali khususnya sangat berpeluang dalam mengembangkan ilmu pengetahuan modern dan agama yang dapat mengatasi berbagai masalah sosial yang terjadi dan berdampak pula terhadap pemulihan  kondisi usaha pasca adanya ledakan Bom Kuta-Jimbaran.

Bali juga punya modal besar seperti …………. maka itu berbagai isu yang berkembang sekarang  seperti is aborsi, translpantasi dan lain sebagainya. Semua masalah-maslaah ini dapat diatasi dengan pendekatan Sains dan spiritual.

Seperti halnya tentang masalah perjalanan hidup atau reinkarnasi. Pengetahuan modern yang berdasarkan Sains ilmiah, maka disana umat Hindu seperti di bali ini dapat memberikan sumbangan yang berarti kepada dunia.

Teknologi spiritual, bagaimana dapat mempraktekkan ajaran-ajaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari seperti yang ada dalam ajaran-ajaran Veda

Dilarang minum minuman keras atau dilarang merokok. Karena ada pengaruh jelek …………….teknologi Veda. Seperti Hindu di bali lebih banyak ritual maka perlu ditambah pengetahuan spiritual agar lebih sempsurna.

Hukum ini begitu juga dengan berbagai hukum Sains atau fisika lainnya, ia bersifat universal artinya ia berlakukau sama dimana saja

Seperti yang terjadi di Bali, berbagai praktek agama lebih banyak dilakukan dengan ritual namun jika berbagai ritual ini ditambahkan teknologi atau aplikasi (penerapan) spiritual di dalamnya maka ritual agama yang dilakukan akan menjadi lebih sempurna

Semoga ada damai. sekian dulu

Tanya jawab

Dalam ceramah anda tadi anda sering kali mengatakan bahwa Krishna adalah Tuhan yang Maha Esa. Sedangkan kami di bali lebih banyak mengakui siva sebagai Tuhan, lalu bagaimanakah hubungan antara Krishna/Vishnu dengan Shiva?

Jawaban :

Pertama-tama saya mau mengatakan bahwa sejak pertama kali saya datang di Pulau Dewata ini, saya telah melihat saudara-saudara Hindu saya di bali ini, memiliki rasa hormat yang sangat tinggi tehdapa dewa shiva. Seperti kalau kita mencari tahu siapakah yang pertama kal datang membawa hidhu ke Bali, mungkin meraka datang dari india selatan. Disana juga banyak yang menyembah Shiva dan banyak juga yang menyembah Krishna.

Disamping itu, dalam proses penciptaa kita juga mengenal tentang Brahma, vishnu, Shiva. kami, para bhakta Krishna juga memuja dewa Shiva, memuja beliau sebagai penyembah Krishna yang agung, sebagai Vaishnava Tertinggi (Vaishnavanam yatha sambhu—Bhagavata purana). Namun, dewa Brahma sendiri mengatakan bahwa diri beliau dikuasakan untuk mencipta dunia. Dengan kata lain beluai bukanlah yang tertinggi. Beliau bukanlah Tuhan, Sang Pencipta utama. Beliau hanya dikuasakan oleh Sri Vishnu, Pribadi tuhan Yang Maha Esa, untuk mencipta dunia materiil ini. Maka itu dewa Brahma juga dikenal dengan julukan arsitek atau perancang alam semesta ini:

Doa yang diucapkan oleh dewa Brahma itu, yang mengatakan bahwa ada Tuhan yang lain, yang beliau sembah adalah:

Isvarah paramah krsna

Sac cid ananda vigrahah

Anadir adir govindah

Sarva karana karanam

“Sri Krishna merupakan penguasa (Ishvara) yang paling utama. Dia memiliki wujud yang bersifat spiitual yang penuh dengan kekekalan, pengerahuan dan kebahagiaan. Dia, yang juga dipanggil dengan nama Govinda, Sang Pribadi Pertama, merupakan sebab segala sebab (yang ada di dunia ini.’

Disini ada kata Isvarah Paramah Krsna. Isvara berarti pengendali. Di dalam Teologi Hindu dikenal banyak Isvara atau pengendali. Para dewa juga disebut pengendali, karena beliau mendapat kuasa tertentu untuk mengendalikan sesuatu (beberapa aspek alam meteriil), dan Tuhan juga dipanggil dengan nama Isvara atau pengendali, tentu saja dalam hal ini Tuhan adalah penguasa tertinggi (di atas segala dewa dan makhluk hidup). Dan dewa Brahma bersabda Isvarah Paramah Krsnah. dengan kata lain dewa Brahma mengatakan bahwa Krsna adalah Isvara yang paling utama (Parama). Ini disebut ilmu pengetahuan Teologi. Dalam kitab suci Veda dijelaskan ada empat sampradaya atau garis perguruan Veda, yang sah  atau otentik, yaitu :

  1. Brahma Sampradaya
  2. Sri Sampradaya
  3. Rudra/ Siva Sampradaya
    1. Kumara Sampradaya

Yang mana masing-masing sampradaya atau perguruan Veda diatas memiliki Guru Besar atau Acharya pendirinya masing-masing. Seperti Brahma-Sampradaya memiliki Madhva Acharya, sehingga perguruan ini juga dikenal dengan nama Brahma-Madhva Sampradaya, Sri Sampradaya menunjuk Ramanuja acharya, sebagai Acharya besarnya, Rudra Sampradya menunjuk Visnuswami sebagai Guru Besarnya dan Kumara Sampradaya memilih Nimbarka Acharya. Jadi inilah kempata perguruan spiritual yang memiliki otoritas dalam menurunkan pengetahuan Veda di zaman Kali yuga ini. (Dengan kata lain Shiva juga sebenarnya mengajarkan Vaishnavaisme)

Dalam sebuah kitab Veda yang bernama Gopala-Sahasra-Nama, ada diungkapkan tentang rahasia kekuatan dewa Shiva, yaitu ada pada pengucapan nama suci Tuhan, Krishna. Disana dewa Shiva menjelaskan kepada dewi Parvati apa yang menjadi rahaisa kekuatan dan meditasi beliau, beliau mengatakan nama suci Gopal (Krishna)-lah yang memberi kekuatan.

Saya baru tahu di bali ini ada IHD (Institut Hindu Dharma). Maka disini perlu ada presentasi konsep teologi yang sebenarnya tentang Veda.

Dibali, lebih banyak ada ritual dan terjadi penyembelihan binatang, apakah di dalam Veda pemotongan hewan itu dilarang sama sekali. Dan kapan kah paling bagus kita mulai bervegetarian. Apakah Veda melarang makan daging?

Jawaban:

Untuk menjadi vegetarian bahkan semestinya dimulai sebelum anak itu ada, maksudnya sebelum konsepsi atau sebelum sang ayah dan ibu mulai melakukan pembuahan. Mereka sebaiknya sudah mulai ber-vegetarian. Dan seterusnya dari hamil sampai anak itu lahir sudah bisa dilatih menjadi vegetarian. Kalo bisa begitu, maka hal itu merupakan sesuatu yang sangat bagus sekali. Mengapa kita harus bervegetarian? Maksud bervegetarian adalah memberikan penghormatan kepada semua makhluk hidup. Memang di dalam Veda juga ada istilah jivo jivasaya yang artinya satu makhluk merupakan makanan bagi makhluk yang lain. dengan kata lain sebagai seorang vegetarian, kita juga harus membunuh (dimana reaksi dosanya lebih kecil-red). Namun kita tidak kena reaksi dosa jika kita mempersembahkan terlebih dahulu kepada Tuhan (sesuai dengan perintah Tuhan dalam Bhagavad-Gita bab Tiga ayat tiga puluh empat). Jadi dengan demikian maka tidak ada dosa ketika makan sisa persembahan Tuhan. dan kita hanya mempersembahkan hal-hal yang tidak ada daging, ikan dan telor seperti yang diminta oleh Tuhan dalam Bhagavad-Gita dan Srimad-Bhagavatam..

Jadi Bali ini sebenarnya sangat cocok untuk memulai hidup bervegetarian, karena Bali  didukung oleh alam yang bagus, ada dua musim, maka ada tumbuhan yang subur dan sayur- sayuran dapat tumbuh dengan sehat. Maka saya sering mempromosikan kepada teman-teman saya di luar negeri, kalo kamu ingin menjadi vegetarian datang dan tinggallah di Bali, datanglah ke bali, karena di bali setiap orang adalah vegetarian, saya bilang begitu. (Tertawa.)

Di dalam peradaban Veda ada sitem Varna-asrama; ada empat varna dan empat asrama. Dalam sistem Varna, yaitu golongan cendikiawan atau golongan pendeta, golongan masyarakat yang paling cerdas. Maka itu golongan Brahmana ini harus menjalani vegetarian yang ketat. Di kalangan ksatriya, yang merupakan pelindung masyarakat orang-orang yang lemah, kadang-kadang ada peluang makan daging, seperti karena dia latihan berburu ada ijin untuk makan daging pada keadaan  tertentu seperti itu. Namun kelas brahmana harus sangat ketat dalam urusan vegetarian.

Ada riset dan temuan ilmiah dalam bidang ini. Di dalam sebuah laporan, hasil penelitian,  dikatakan, jika orang terlalu banyak makan protein, maka dia akan bisa mengalami ketagihan protein, yang mana memiliki dampak negatif pada timbulnya banyak penyakit, seperti asam-urat, serangan jantung  dan lain sebagainya

Jadi berdasarkan laporan ilmiah ini, maka banyak orang mulai menjadi vegetarian! Dan sekarang di kota-kota besar dunia telah mulai tumbuh banyak restoran-restoran vegetarian plus bahan organik dengan menjadi vegetarian maka tubuh kita tidak terlalu banyak bekerja untuk mencerna makanan-makanan keras seperti daging. Oleh karena itu, tubuh kita akan menjadi lebih sehat.

Kapan pun anda siap, ketika itu adalah waktu yang bagus menjadi vegerarian. Makin cepat semakin bagus.

Banyak teknologi digunakan seperti rekayasa genetika! Apakah hal itu menyalahi Veda?

Jawaban:

Pikiran manusia sangat kreatif dan sangat ingin tahu tentang segala sesuatu, ia terus akan bertanya dan akan mencari tahu apa jawaban (pertanyaan)nya. Itulah sifat intuisi manusia, selalu ingin tahu, maka itu Vedanta mengarahkan kecenderungan itu dengan mengatakan ”Athato brahma jijnasa’ kita harus mengarahkan rasa ingin tahu kita untuk mengerti tentang Brahman, tentang Tuhan!

Seperti orang-orang yang lahir dengan penyekait genetik, maka ia harus diobati dengan rekayasa genetika. jadi disana rekayasa genetika itu sangat berguna. Bio-teknologi ini juga dapat menimbulkan hal-hal negatif yang sangat besar dan banyak yang akan timbul namun jika orang itu, orang yang akan menggunakan itu memiliki moral spiritual, moral yang baik maka akan dapat teknologi diarahkan dengan baik.

Kemajuan rekayasa gen akan berjalan terus, tak akan ada orang yang akan mampu bisa menghentikannya.Seperti ada orang yang mengatakan ada orang yang ingin membikin hitler, dan lain sebagianya.

……………

Saya masih bingung perbedaan antara Atman dengan Brahman. Ada yang mengatakan Atman dan Brahman itu sama saja, mereka mengatakan Brahman Atman Aikyam. Dan ada juga yang mengatakan ada perbedaan antara Brahman dengan Atman. Manakah yang benar ? Bagaimana penjelasan yang benar ?

Jawaban :

Ada cara mudah untuk mengerti perbedaan antara brahman dan atman. Seperti dalam Sains modern, ada yang disebut dengan partikel kecil  seperti elektron, proton, ada partikel lebih kecil yang bernama quark. Semua ini merupakan partikel yang fundamental den terkecil dari materi yang besar adlam semesta ini. Jika semau partikel ini ditotal maka jadilah keseluruhan total partikel materi yang dalam bahasa sanskerta disebut dengan istilah pradhana, materi yang belum giat.

Menurut kosmologi Hindu. Pada awal ciptaan, pradhana atau total keseluruhan materi  ini disebut dengan Mahatattva, Kemudian ada Tri-guna, satvam, rajas, tamas, kemudian mengalami transformasi dan menjadi unsur-unsur yang lebih kasar.

Seperti halnya keseluruhan total materi yang disebut Pradhana itu tidak bersifat sadar, namun sebaliknya keseluruhan total materi spiritual itu bersifat sadar, kekal dan memiliki free will atau kehendak bebas.

….

Krishna berekspansi dalam tiga aspek :

Brahmeti parameti bhagavan iti sbadye

…………………………………………….

a)      Brahman merupakan aspek tuhan yang tampa bentuk atau impersonal

b)      Paramatma merupakan aspek Tuhan sebagai Roh Yan utama yang bersemasaym dalam hati setiap makhluk hidup dan di dalam setiap atom

c)      Bhagavan merupakan wujd Pribad Tuhan, Sri Krishna Sendiri.

Dari keseluruhan total kesadaran mutlak itu, juga memiliki ipartikel kecilNya yang disebut dengan jiva atau roh indiviuil, yaitu saya dan juga kalian. Jadi kita semua adalah roh yang kecil itu dan sedang kan Brahman atau Tuhan adalah Kesadaran Mutlak.

Bagian dari alam adalah elektron, denmgan kata lain dapat dikatakan percikan terkecil dari Brahman adalah spiriton atau jiva atau roh.  Lalu apakah perbedaan antara elektron dengan spiriton. Spiriton memiliki kesadaran dan elektron tidak memiliki kesadaran, oleh karena tu  kita adalah spiriton. jadi itulah perbedaan antra spiriton dan Tuhan. Perbedaan antara brahman dan atman.

Bagaimanakah cara menjadi Hindu yang baik?

Jawaban:

untuk menjadi seorang Hindu yang baik, kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Sadarilah kedudukan kita sebagai pelayan Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Ketahuilah bahwa kita adalah saudara (terlepas dari berbagai perbedaan-eds) dimana kita semua adalah “anak-anak” Tuhan Yang Masa Esa yang sama, bukan hanya manusia tapi semua makhluk hidup yang ada.
  3. Maka itu hormatilah semua jenis makhluk hidup (jangan membunuh apalagi mengembom!)
  4. Ikuti prinsip prinsip dasar pengendalian diri seperti;

- Jujur

- Akrodha

- Santa

5.   Lebih lengkapnya ada 26 (dua puluh enam) sifat suci atau sadhu dalam sastra Veda yang harus dikembangkan sampai menjadi sempurna. Jadi umat Hindu yang baik dengan detail dirinci dijelaskan dalam bab 16 (enam belas) Bhagavad-Gita. (lihat foornote)

6.   Mengikuti otoritas dan mengikuti aturan dan peraturan kitab suci yang ada

Jika kita mampu mengikuti beberapa hal ini, maka kita kan menjadi Hindu yang baik.

Bagaimanakah seharusnya arena atau peranan agama dalam menyikapi kemajuan teknologi ? ada istilah agama tanpa teknologi akan lumpuh dan teknologi tanpa agama akan buta?

Jawaban:

Teman kita ini ternyata mengutip pernyataan Albert Einstein. Sains adalah tambahan atau penunjang. Sangat baik jika diterapkan dengan baik. Misalnya dalam mengambil keputusan secara rasional. Seperti dari kacamata ilmiah, mengapa orang suka makan atau minum racun? Ada nikotin dalam  rokok. Sains-lah yang menemukan zat kimia yang bernama nikotin ini. Veda mengatakan, “Jangan merokok, Jangan mabuk-mabukan.” Jadi kalau merokok dapat dijelaskan dari sisi ilmiah maka orang akan lebih mengerti (dan lebih mudah mengikuti perintah kitab suci-red) Mengapa harus tidak merokok. Demikianlah teknologi/Sains dan agama saling menunjang dan berkaitan. Teknologi/sain dapat digunakan untuk membantu menjelasakan ajaran-ajaran agama lebih ilmiah

Jadi kita telah membuka cabang BhaktiVedanta Institute disisni (di Bali), yang bertujuan untuk dapat menyajikan ajaran-ajaran Vedanta (Veda) secara ilmiah-dengan kata lain mensintesis Sains/teknologi dan agama (untuk perdamaian). Bagi yang tertarik bisa ikut bergabung bersama kami.

Di dunia pasti ada yang namanya dualitas seperti baik dan buruk. Kita bebas, kita punya free will-kehendak bebas (kebebasan untuk menentukan pilihan). Kalau kita menggunakan free will dengan salah, maka kita akan merasakan akibat negatifnya. Seperti adanya kecelakaan, ledakan bom dan lain sebagainya. Jadi dalam hidup ini ada garis pembatas. Kita berada dalam tatastha, atau garis pembatas, dimana kita bebas memilih.

Oleh karena itu kita harus selalau berusaha mengurangi sisi jahat kita (untuk menghindari penderitaan yang akan kita alami). (oleh karena dulitas itu selalu ada) Maka Jangan menolak teroris, menangkanlah hatinya, kita harus bisa menggunakan pendekatan yang lebih baik untuk memberantas teroris seperti mengajak kirtan (menyanyikan nama suci Tuhan) atau makan persad (membagikan makanan sattvika, makanana yang bersifat kebaikan murni).

Tadi anda mengatakan Vishnu lebih tinggi daripada brahma dan Siva atau dewa brahma lahir dari Vishnu sedangkan didalam siva purana dikatakan bahwa vishnu lahir dari shiva? Mana yang benar?

Jawaban:

Untuk menghindari pertentangan yang ada di Shiva purana dan Vishnu purana. Kita harus belajar saling menghormati (positive Thinking) dan mengikuti otoritas atau sumber yang benar.

Konsep-konsep ini secara praktis juga menimbulkan pertentangnan. itu tidak jadi masalah. yang terpenting adalah, pemujaan itu harus dilakukan secara atau berdasarkan otoritas. Seperti yang dikatakan diatas, empat sampradaya yang disebut dalam Veda itu adalah otoritas Veda. Kita memiliki free will untuk memilih, kita ada kebebasan untuk menentukan pilihan dan harus tetap saling menghormati satu sama lain (meskipun ada perbedaan-perbedaan itu alamiah dan wajar).

Ya masing-masing Sampradaya (garis perguruan spiritual tertentu darimana kita belajar atau menimba ilmu rohani) memiliki sumbernya masing-masing. Dan kita harus selalu mengacu pada otoritas, jadi di dalam sampradaya mana kita berada ikutilah otoritas itu. Dan kita juga harus menghormati satu sama lain, kalo kita ngotot mengatakan ajaran kita yang paling benar, hal inilah yang menyebabkan terjadinya pertikaian.

Kita mengetahui Ada dua jalan untuk mendapatkan pengetahuan yaitu:

  1. Pendekatan ilmiah (Science)
  2. Pendekatan spiritual

Srila Prabhupada menjelaskan untuk mengerti jalan ini maka kita harus mengikuti sistem parampara atau garis perguruan yang bersifat avoraha-pantha, jalan dari-atas-ke-bawah (top-down prosses), sedangkan sebalikanya ilmu pengetahuan ilmiah modern bersifat pendakian atau (bottom-up prosses)

Seperti dapat dicontohkan untuk mengerti siapakah ayah kita? Hal ini dapat dijawab dengan sempurna dengan memadukan kedua proses untuk mendapatkan pengethuan seperti yang dijelaksan diatas.

Pertama dengan proses ilmiah: dengan tes DNA. Tes darah dari sampel darah  dari orang yang mirip. kadang sangat komplek atau rumit dan mungkin  seluruh orang bali  tidak ada ters DNA yang sama dengan kita. Ribuan tes lalu tidak ketemu…. Telah bekerja dengan baik.

Kedua: cara praktis suatu cara mengetahui siapa ayah kita dengan bertanya kepada Ibu kalo ibu adalah ibu yang otoritas. Cara relijius (avoraha pantha)

Dengan demikian anda akan memilih jalan yang pantas. Ada filsafat terakhir ‘’

Acintya bhedabheda tatva

Secara simultan, kita dengan Tuhan adalah sama dan berbeda pada sat yang sama. jika kita mengerti hal ni. Namun hal ni atau mempelajari filosofi ni  perlu study yang lebih mendalam.

Jika anda tulus maka anda akan menemukan jalan yang benar.

Termikasih atas pertanyaannya.

Ys, Dvibhuja das

dipayanae@yahoo.com.au

Popularity: 40% [?]

This is the secret of success: if one is following the orders of the spiritual master very sincerely everything will be in order. If one does not do that then there will be lot of troubles to come

Srila Sripada february 2006, pelajaran  diksa,  Sri Navadvipa

Ini adalah rahasia sukses: jika seseorang mengikuti perintah-perintah guru kerohanian dengan sangat tulus, maka segala sesuatunya akan menjadi datang atu teratur dengan sendirinya. Jika seseorang tidak melaksanakannya maka akan ada banyak masalah yang akan datang.

Srila Sripada

Februari 2006. pelajaran diksa di Sri Navadvipa Dham

The  order of the spiritual master is the active principle in spiritula life. Anyone who disobeys the order of the spiritual master immediately becomes useless

(Cc Adi 12.10)

Perintah sang guru kerohanian merupakan suatu prinsip yang aktif dalam kehidupan spiritual. Siapa pun yang tidak menaati perintah guru kerohanian maka segera itu ia menjadi (murid) yang tidak berguna.

(Cc Adi 12.10)

Ketika kita merasakan perpisahan dari Krishna atau Guru Kerohanian, sebaiknya kita hanya mencoba mengingat kata-kata yang menjadi perintahnya dan kita tak lai merasakan perpisahan itu.

(Namamrita 2b.15)

Guru kerohanian hidup selamanya dengan perintah-perintah sucinya dan para pengikut hidup bersamanya

(surat Srila Prabhupad kepada Citrananda 11/15/73)

Popularity: 65% [?]

Oleh

Srila Bhaktisvarupa Damodara Swami Sripada Maharaja

Vyasa Puja, Gurukula Vrindavan, India, 5 Desember 2005, jam 5 sore

Saya senang sekali bisa berada disini pada sore hari ini untuk sedikit berbicara mengenai pendidikan. Ketika Prabhupada masih ada di planet ini, saya sedang bergelut dalam dunia pendidikan dan pada tahun 1972 saya melakukan perjalanan untuk bertemu dengan Srila Prabhupada di New Vrndavan, USA. Saat itu saya sedang ditengah-tengah studi Doktoral saya, dan Srila Prabhupada meminta saya agar bisa menulis buku sekaligus menemani beliau ke bagian timur Amerika. Jadi saya absen selama 20 hari. Dan saya mengikuti Srila Prabhupada.

Saat itu sekitar bulan September, Agustus–September, dan festival Janmastami sedang dirayakan di New Vrndavan. Disana berlangsung festival yang sangat meriah dan ketika kami kembali dari New Vrndavan, Srila Prabhupada berhenti di Dallas untuk bertemu siswa-siswa gurukula. Disana Srila Prabhupada mengajarkan bagaimana menulis huruf Sanskerta. Anda dapat melihat hal ini dalam Back To Godhead. Jadi saat itu adalah waktu dimana Srila Prabhupada begitu…(kurang jelas)….Bagaimana mendidik anak-anak kita yang terlahir dari keluarga Kesadaran Krishna sebagai anak-anak yang tertarik untuk belajar seni pelayanan bhakti, sains, dan budaya. Srila Prabhupada merencanakan sistem pendidikan untuk para siswa ini. Pada tahun 1976 Srila Prabhupada mendirikan pendidikan dasar ini. Saat itu Bhaktivedanta Institute juga dibentuk tepatnya pada tahun 1974. Ketika saya datang ke Vrndavan, saat itu Srila Prabhupada mendirikan sekolah dasar yang disebut gurukula. Srila Prabhupada menunjuk Jagdish Prabhu sebagai menteri pendidikan dasar dan saya sendiri sebagai menteri pendidikan yang lebih tinggi di GBC  tahun 1976.

Srila Prabhupada merasa bahwa gerakan kita di ISKCON, masyarakat tidak boleh berfikir bahwa kita hanya mengucapkan nama suci di jalanan. Saat itu kegiatan pengajaran utama kita adalah pengucapan Namap-Suci Tuhan di jalan-jalan, di keramaian, dan di Boulevard Hollywood ketika malam tiba. Di awal tahun 70-an kegiatan pengajaran utama kita adalah pergi ke Hollywood Boulevard seusai sandhya arati, lalu kita menyanyikan nama-suci Tuhan disana. Di Amerika, di Hollywood Boulevard, orang-orang lebih banyak pada saat malam hari dibandingkan pada siang hari. Lalu kami datang kesana untuk mengucapkan Nama-suci Tuhan sekitar jam 8 atau 9 malam dan kembali kadang-kadang jam 3 atau jam 4 pada pagi hari. Kami berjumpa dengan sangat banyak orang di jalanan. Mereka tidak tidur semalamam…(tertawa). Jadi pengucapan nama suci tersebut merupakan bagian yang sangat penting dari misi kita. Tetapi Srila Prabhupada merasakan bahwa gerakan kita semakin tumbuh dan tumbuh. Srila Prabhupada merasa bahwa orang-orang tidak boleh melihat kita hanya mengucapkan nama suci di jalanan. Beliau ingin melihat bahwa di dalam gerakan Kesadaran Krishna kita juga terdapat banyak orang terpelajar, pandita yang terpelajar dan orang-orang terdidik. Oleh karena itu Srila Prabhupada mendirikan Bhaktivedanta Institute untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan gurukula sebagai jenjang pendidikan dasar. Ini di rencanakan dengan baik oleh Srila Prabhupada. Gurukula yang ada di Vrndavan ini menjadi perhatian utama semasa Srila Prabhupada dan beliau ingin membuat gurukula ini demikian bergengsi. Beliau juga menyampaikan bahwa Bhaktivedanta Institute harus merupakan bagian dari sistem ini dan harus bersama-sama ada di Vrndavan. Dan kemudian ini akan menjadi luar biasa. Karenanya beliau membuat rencana. Bagian disebelah sini…(menunjuk di sebelah kanan dalam ruangan) diperuntukkan sebagai Auditorium Bhaktivedanta Institute dan saya mengadakan konferensi disini pada tahun 1977. Presiden Gurukula yang pertama adalah Dr. Sharma yang berasal dari Agra. Beliau seorang pensiunan dan meminpin gurukula semasa Srila Prabhupada. Kami banyak berdiskusi dengan Dr. Sharma bersama Srila Prabhupada dan saya sendiri di ruangan Srila Prabhupada, berkali-kali. Srila Prabhupada berencana untuk mendirikan sekolah disini dan anak-anak haruslah datang dari golongan masyarakat yang cerdas, siswa-siswa  yang sangat berdedikasi, siswa-siswa teladan, dan juga sangat berdedikasi dalam hal pelayanan bhakti…sesuatu yang dapat kita banggakan dimana para siswa adalah anak-anak yang paling taat dan lemah lembut dengan semua kualifikasi yang baik. Gurukula di Vrndavan ini direncanakan seperti itu. Anak-anak yang datang dari seluruh lapisan masyarakat harus berbaur dan hidup  bersama-sama di Gurukula Vrndavan, itulah rencana Srila Prabhupada. Beliau berharap bahwa sekolah di Vrndavan ini akan menjadi panutan diseluruh belahan dunia dan menjadi contoh yang baik bagaimana anak-anak harus diajarkan, bagaimana mereka seharusnya dibimbing sehingga bisa memimpin dunia dalam berbagai bidang pengetahuan sekaligus menjadi contoh saat mereka dewasa menjadi vaishnava dan vaishnavi yang baik. Srila Prabhupada memiliki rencana yang sangat mulia. Oleh karenanya Gurukula Vrndavan merupakan bagian penting misi Srila Prabhupada dalam Kesadaran Krishna. Jadi kalian semua (kepada anak-anak gurukula) begitu beruntung karena bisa datang kesini dan bergaul serta mendapat banyak karunia dari Srila Prabhupada. Dengan demikian Srila Prabhupada akan puas dengan semua misi ini, bangga atas keberadaan kalian dan bisa menjadi contoh yang baik bagi seluruh dunia. Saya melihat bahwa kalian sangat akrab dengan filosofi ini.

Anda dapat melihat sekarang bahwa di seluruh planet ini sedang dirasuki oleh materialisme, materialisme yang sangat berat. Materialisme berarti orang-orang tidak percaya kepada Tuhan. Orang-orang yang melawan Tuhan, mayoritas mereka sekarang berada dalam planet ini. Karenanya peningkatan ini begitu penting artinya. Sekarang anda bisa melihat banyak bencana terjadi disini, terorisme, ledakan bom, mereka membuat keonaran. Mereka orang-orang yang disulut oleh api kemarahan. Sekarang kita melihat banyak bencana alam, seperti gempa bumi di India Utara dan Pakistan serta tragedi karena Tsunami. Ini berada di luar sains atau kemampuan kita untuk mencegahnya. Oleh karena itu, mengenai bencana alam seperti halnya keonaran yang dibuat manusia…jika kita mengerti, jika kita sedikit lebih berfikir, kita dapat melihat apa alasannya. Alasannya sangat jelas, bahwa masyarakat tidak berusaha memperoleh pengetahuan yang paling penting, pengetahuan yang terpenting adalah pengetahuan tentang diri dan pengetahuan tentang Tuhan.

Krishna mengatakan dalam Bhagavad-Gita bahwa pengetahuan tentang Tuhan atau pengetahuan tentang sang diri, untuk mengerti perbedaan antara materi dan rohani, kehidupan dan materi. Krsna mengatakan bahwa itulah pengetahuan tertinggi, dan kemudian pengetahuan mengenai pelayanan bhakti…Krsna mengatakan pengetahuan tersebut sebagai..raja vidya raja guhyam..suatu jenis pendidikan, bukan semata-mata pendidikan yang sederhana. Ini adalah rahasia, guhyam, kenapa rahasia? Rahasia disini dimaksudkan bahwa inilah yang paling penting, paling berharga. Ini sangat berharga. Raja vidya raja guhyam pavitram idam uttamam, pengetahuan itu adalah pavitram. Ini adalah yang paling suci dan utama, itu yang tertinggi. Tetapi pengetahuan ini tidak di terapkan…ketika kita semua melupakannya dengan segala faktor politik dan sosial, dalam bahasa yang sederhana disebut reduksionisme. Yang merupakan ilmu pengetahuan dan filsafat reduksionisme. Reduksionisme berarti, dalam bahasa ilmiah—orang-orang berusaha menjelaskan segala sesuatu dengan istilah atom-atom dan molekul. Materi, atom-atom dan molekul sebagai partikel dasar yang disebut reduksi. Dalam bahasa lain…benar-benar paham materialisme. Oleh karena itu kita tidak mendapatkan kebudayaan tertinggi dan terindah yang hanya bisa di raih dalam bentuk kehidupan manusia. Itulah sebabnya kita melihat bencana alam dan keonaran yang di buat manusia. Semua hal ini tidak dapat di lawan. Tetapi disini ada solusinya. Apa solusinya?..solusinya adalah menegakkan pengetahuan Kesadaran Krishna ini. Menegakkan dan menyebarluaskan demi kesejahteraan umat manusia. Itu di sebut paro upkar. Kegiatan untuk kesejahteraan umat manusia. Dengan demikian Kesadaran Krishna ini, jika kita semua…kita tidak begitu banyak dalam hal jumlah. Tetapi apabila kita mengatakan bahwa setiap orang dari kalian mencetak 5 orang, entahlah itu teman atau siapapun dan 5 orang ini di kemudian hari akan memperbanyak jumlah…disebut reaksi berantai, reaksi nuklir…reaksi nuklir spiritual…(tertawa)..ini sangat penting.

Saya sudah mengatakan bahwa pendidikan sains…saat ini oleh orang-orang sangat dianggap penting. Masyarakat ilmiah, atau pengetahuan ilmiah atau pendidikan ilmiah dimana orang-orang menjadi insinyur, dokter, pakar telekomunikasi, teknologi informasi. Ini penting…pendidikan material. Tetapi, kecuali semua cabang pengetahuan tersebut digunakan untuk memahami dimensi pengetahuan yang lebih tinggi dan mendalam, maka itu akan sia-sia. Dengan kata lain seseorang tidak mampu mengerti apakah tugas utama dalam kehidupan. Dan itu tidak berguna. Oleh karena itu Bhagavatam mengatakan, dharma samthuta…srama hi eva kevalam. Apabila aktivitas umat manusia tidak ditujukan untuk memenuhi kebutuhan spiritual kita, untuk mengerti arti kehidupan yang tertinggi, apa tujuan utama kehidupan, apakah tujuan ilmu pengetahuan, dimensi spiritual yang lebih tinggi, maka itu hanyalah pemborosan waktu. Srama hi eva kevalam, karenanya ini tidak dapat dimengerti oleh orang-orang kebanyakan.

Di gurukula, kalian masih sangat muda dan ini adalah bagian yang sangat penting dalam perjalanan hidup kalian. Bhagavan mengatakan bahwa kita semua adalah mahluk hidup yang abadi, mamaivamse jiva loke jiva bhuta sanatanah. Krsna mengatakan dalam Bhagavad Gita, bahwa kita semua adalah mahluk hidup yang kekal. Oleh karena itu perbedaan antara mahluk hidup dengan benda mati adalah bahwa kehidupan selalu aktif. Walaupun saat badan tertidur, pembicaran tetap berlangsung, kalian pergi meninggalkan badan, kadang bermimpi, bermain, mendaki gunung, terbang di langit, kalian semua aktif. Walaupun penyembah terbaring di tempat tidur seperti orang mati tetapi ia tetap aktif, itu alami. Ini perbedaan antara kehidupan dan kematian, dan hidup selalu aktif sedangkan materi mati. Inilah perbedaan antara materi dengan rohani.

Pengetahuan terpenting mengenai perbedaan antara kehidupan dan jiva tidak diketahui dalam pengetahuan modern. Sumber dari kesalahpahaman pengetahuan ini adalah…ada yang tahu?, (diam). Sebuah titik yang hilang antara apakah itu kehidupan dan apakah itu materi? Apa nama teorinya? Teori ini disebut teori evolusi Darwin. Oleh karena Darwin tinggal di Amerika dan sekarang mereka bertengkar setiap hari di pengadilan. Seseorang baru saja menelepon saya dari Calcutta bahwa di surat kabar ada sebuah artikel besar sekitar 3-4 halaman yang menyebutkan “Intelligent Design Theory and Darwin” (Teori Pencipta Yang Cerdas dan Teori Darwin). Pertengkaran antara orang-orang dari pihak Inteligent Design dengan mereka yang menyokong Darwin di Amerika. Mereka bertengkar oleh karena mereka tidak mengetahui apakah kehidupan dan apakah materi. Evolusi Darwin mengatakan bahwa segala sesuatu berasal dari materi.

Prabhupada mengatakan bahwa itu adalah kejahatan. Darwin tidak mengetahui apakah perbedaan antara materi dan rohani. Darwin yang nista. Semasa Darwin berusia anak-anak, ayahnya adalah seorang pendeta. Jadi Darwin muda menikmati saat pergi ke gereja dan menjadi anggota paduan suara. Ia juga gemar membaca Shakespeare serta puisi-puisi Keats, Byron, beberapa penyair Inggeris yang terkenal. Tetapi ketika ia selesai menulis teori evolusi, ia menjadi mabuk dengan pembicaraan hal-hal material dan kehilangan semua rasa. Ia tidak lagi menikmati rasa dalam membaca puisi dan akhirnya menjadi seorang materialis. Inilah sebabnya ia menyesal di kemudian hari. Dan dalam otobiografinya ia mengatakan bahwa ia telah kehilangan sesuatu yang besar dalam intelektualitasnya. Ia mengenang dalam akhir hayatnya, tetapi teorinya menciptakan pola pikir yang mendalam bagi pemikiran masyarakat modern terutama di dunia barat. India walaupun tidak sedemikian kuat juga kadang-kadang terpengaruh oleh barat. Oleh karena dunia barat begitu kuat dalam konsep ini sehingga pengaruhnya juga begitu kuat. Mayoritas ilmuwan terdahulu menerima teori Darwin tetapi masyarakat tidak menerima para penyembah Hare Krsna.

Oleh karena itu Prabhupada mengatakan bahwa kehidupan berasal dari kehidupan. Apakah anda pernah melihat buku Life Comes From Life (Kehidupan Berasal Dari Kehidupan)? Itu percakapan dengan Srila Prabhupada. Kehidupan Berasal Dari Kehidupan adalah judul yang sangat kuat, yang berarti bahwa kehidupan merupakan bagian dari kehidupan Yang Utama. Kita menyebutnya dengan Jivatma. Apakah kalian diajarkan bahasa Sanskerta? Semua diantara kalian diajarkan bukan? Jivatma berarti kita adalah percikan spiritual yang bersifat individu. Seperti halnya elektron yang merupakan partikel terkecil dari materi, kita adalah partikel spiritual, kita berusaha untuk menjelaskan bahwa pertikel spiritual ini memiliki kesadaran sebagaimana kalian bisa tersenyum, bisa marah, kadang-kadang ingin pergi kesana kemari, dan kalian memiliki kehendak bebas. Kalian ingin menjadi ilmuwan yang hebat atau ingin menjadi penyembah yang rendah hati?… (tertawa), jadi inilah sifat partikel spiritual Jivatma.

Mengagungkan Tuhan lewat Sains

Oleh karena itu perbedaannya ada disini. Tetapi para ilmuwan modern tidak mengetahuinya. Inilah alasan utama kenapa disini ada kebingungan. Karenanya, apabila kalian belajar di jalur ini, pengetahuan ilmiah…tetapi pengetahuan ilmiah ini harus dituntun dengan kebijaksanaan spiritual, pengetahuan spiritual. Dengan kombinasi ini, yang disebut pendekatan sintesis, maka kita akan melihat bahwa ilmu pengetahuan sangat berguna dan harus digunakan dengan benar. Tetapi bagaimana menggunakannnya dengan benar. Jika kalian mengikuti prinsip ini maka kalian akan dapat melihat segala sesuatu dengan benar. Seperti dalam Bhagavatam, dalam skanda pertama Bhagavatam, percakapan antara Narada Muni dengan Vyasadeva. Narada Muni mengatakan kepada Vyasadeva, idam me pumsa tapah, sloka ini dijelaskan oleh Srila Prabhupada dalam penjelasannya bahwa tujuan mempelajari beragam cabang pengetahuan ilmiah adalah untuk mengagungkan Tuhan Sri Krsna melalui pengetahuan ilmiah itu sendiri. Utame sloke gunanuvarnanam…Maksud dari beragam cabang ilmu pengetahuan ilmiah misalnya apabila kalian menyukai matematika. Berapa orang yang menyukai matematika? ..(murid-murid mengacungkan tangan). Kalian semua adalah ilmuwan yang baik. Matematika adalah sesuatu yang luar biasa dan Roger Penrose mengatakan bahwa matematika merupakan misteri nomor satu, mistik, tidak seorang pun yang mengetahui apa itu matematika, tetapi tanpa matematika, sains tidak akan jalan. Penrose adalah ahli matematika paling terkenal dewasa ini. Ia adalah professor matematika dari Universitas Oxford yang telah pensiun tetapi sangat dihormati. Bukunya sangat terkenal, “A Road to Reality” (Jalan Menuju Realitas). Permintaan kami, apabila kalian menjadi ahli matematika, kalian bisa membuat sebuah sajak indah dalam matematika yang mengagungkan indahnya sifat-sifat Tuhan. Kalian dapat menambahkan rumus-rumus yang indah kedalam persamaan matematika dan dengan itu kalian menyanyikan kemuliaan Krishna. Jadi inilah yang dimaksudkan oleh Vyasadeva, uttama sloke gunanuvarnanam…persamaan (matematika) terpilih yang tertinggi.

Matematika adalah bahasa, bahasa komputer adalah bahasa matematika dan melalui bahasa ini kalian dapat melukiskan serta menyanyikan Keagungan Tuhan dengan pengertian mendalam. Pemujian ini bisa dilakukan dalam berbagai bahasa. Jika kalian menjadi ahli biologi, sebagai ilmuwan biologi kalian juga bisa menyanyikan kemuliaan Tuhan dengan pengetahuan tersebut. Jadi dengan segala bidang atau dalam beragam cabang ilmu pengetahuan. Tidak ada cabang ilmu pengetahuan yang tak berguna. Segalanya berguna apabila diterapkan dalam perspektif yang benar. Jadi haruslah ada di dalam benak kita sebuah subjek tertentu dimana kalian merasa paling nyaman untuk mempelajarinya. Oleh karena kalian memiliki bakat yang baik…kalian telah memiliki bakat-bakat ini atas karunia Tuhan. Oleh karena itu tugas pertama kalian adalah menerapkan ilmu pengetahuan ini dengan pengertian mendalam untuk memuja keagungan Tuhan. Dengan demikian pengetahuan ini dapat digunakan dengan benar. Ini yang disebut guna karma atau penerapan guna karma. Barangkali ada di antara kalian yang ahli memasak, kalian dapat memasak jalebi, jalebi gurukul atau rasagulla yang di buat gurukul dengan diameter…sebesar satu kaki…(tertawa)…Itu mungkin dilakukan. Karena kalian ahli dalam bidang yang bersangkutan, maka dengan pengetahuan dan bakat tersebut kalian bisa memuji keagungan Tuhan.

Tujuan pendidikan adalah seperti itu. Tujuan pendidikan adalah…apapun pengetahuan yang kalian miliki…dengan pengetahuan tersebut kalian bisa memuji kemuliaan dan indahnya aktivitas Personalitas Tuhan Yang Maha Esa Sri Krsna. Inilah menjadi tujuan pendidikan kita. Tujuan gurukula juga seperti itu untuk…(kurang jelas)…seseorang harus menjadi penyebah Tuhan yang tulus.

Prinsip ini, yang menjadi dasar pendidikan kita harus diketahui sehingga kita bisa melaksanakannya. Kesadaran Krsna adalah pengajaran. Apa yang kalian katakan sebagai proses pengajaran adalah pelaksanaan, penerapan ilmiah atau penerapan praktis ajaran-ajaran yang kita pelajari baik dari Bhagavad Gita maupun Srimad Bhagavatam serta perintah-perintah guru kerohanian. Bagaimana pelaksanaan ajaran-ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari adalah penerapan praktis Kesadaran Krishna. Inilah perbedaan antara kalian dengan siswa-siswa diluar. Perbedaannya adalah, kalian diajarkan untuk menerapkan pengetahuan yang kalian pelajari untuk memuliakan Tuhan, Keberadan Tuhan. Orang lain juga belajar, oleh karena mereka ingin menjadi yang terbaik, oleh karena mereka ingin mengahasilkan lebih banyak uang, nama baik serta kemasyuran material, mereka ingin menjadi hebat…

Saya juga menjalankan beberapa sekolah, beberapa sekolah di bagian timur laut India. Lima sampai enam sekolah dengan siswa sekitar 6-7 ribu orang. Sekolah diafiliasikan dengan CBSE dan kita memberikan mereka beberapa dasar-dasar pelayanan bhakti sebagai latar belakang. Dan sekolah kita sangat umum tidak seperti gurukula di Vrndavan ini. Kalian semua sangat beruntung. Jadi belajarlah dengan baik dan jadilah penyembah sekaligus siswa-siswa panutan. Dengan demikian Prabhupada akan sangat puas dan bangga terhadap kalian.

Tanya jawab

Puisi dengan Matematika

[Siswa]: Anda mengatakan bahwa kita bisa membuat puisi dengan menggunakan matematika. Bagaimana caranya kita menggunakan matematika dalam membuat puisi?

[Srila Sripad Mahraja]: Kalian harus berdoa untuk mendapatkan berkat Tuhan. Dan dalam kebudayaan Veda kita memulai semuanya dengan doa. Oleh karena kita membutuhkan berkat dari orang yang lebih senior, dari para pendidik, guru kerohanian, dan Tuhan Yang Maha Esa, maka kita berdoa secara teratur. Kita harus selalu berdoa, dan Tuhan akan memberikan pengetahuan. Tuhan adalah Pribadi yang Mahacerdas. Oleh karena itu Kesadaran Krsna (Kesadaran Tuhan) merupakan kebutuhan dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan termasuk pendidikan dan pembelajaran. Dengan kata lain kita memohon agar memperoleh berkat Tuhan sehingga bisa membuat puisi dalam matematika. Jika kamu berhasil menulis puisi yang baik maka hadiah nobel sudah menunggu. Seluruh dunia akan mengenang dan semuanya mungkin terjadi. Bukan tidak mungkin. Contohnya, akar kuadrat dari -1 adalah i (Bilangan Imajiner). Apakah kalian pernah mengetahui apa yang disebut bilangan kompleks? Kalian dalam usia 11 dan 12 bukan? Bilangan Kompleks, Kita tidak melihatnya dalam kehidupan nyata, dalam kenyataan. Tak seorang pun mengetahui apa yang di sebut Bilangan Kompleks.

Ketika teori kuantum muncul dalam abad ke 20, untuk memecahkan beberapa masalah kuantum, bilangan kompleks diperkenalkan. “Bilangan kompleks” ini juga disebut sebagai “Bilangan imajiner.” Oleh karena itu Sir Roger Penrose (Ahli Matematika dari Inggris) mengatakan bahwa kenyataan tentang (bilangan kompleks) ini sangatlah ajaib. Tetapi misteri ini merupakan sesuatu yang luar biasa, sehingga walaupun tidak diketahui, tanpa ini permasalahan kuantum tidak akan terpecahkan. Lihatlah betapa pentingnya ini. Dikatakan begitu ajaib oleh karena memainkan peranan yang sangat penting dalam kehidupan. Kalian juga harus menjadi ajaib, jika kalian akan menemukan sesuatu. Beberapa jenis rumus persamaan cenderung menjadi kenyataan. Beberapa konsep seperti keberadaan Tuhan sangat misterius bagi kita oleh karena kita tidak mampu melihat dan merasakanNya dengan indera-indera secara langsung. Jika kalian membuat argumentasi dengan menggunakan istilah dan bahasa matematika maka kalian dapat membuat sebuah puisi yang indah. Kalian dapat bernyanyi dalam bahasa Sanskerta. Dengan cara yang sama engkau dapat menyusun komposisi (puisi) yang indah melalui matematika. Jadi kemungkinan itu ada. Maka kalian harus berdoa dan suatu ketika atas berkat Tuhan beberapa puisi matematis akan terlahir dari salah satu diantara kalian.

Srila Prabhupada juga mengatakan kepada saya bahwa “Kamu adalah seorang ahli kimia”, karena saya belajar kimia, “Dan melalui kimia buktikanlah bahwa Tuhan adalah Personal-memiliki wujud pribadi dan kepribadian”. Dan saya sedang berusaha untuk mewujdukan keinginan beliau itu. Jadi berikanlah saya berkat sehingga atas karunia Srila Prabhupada dan saya juga berdoa agar itu dapat terwujud. Semua diantara kita diberikan bakat dan atas karunia Tuhan…jika kita bekerja cukup keras…apabila kita ahli dalam bidang tumbuh-tumbuhan di kebun, dengan pengetahuan tersebut kalian bisa membuktikan bahwa Tuhan itu ada dan itulah yang disebut uttama sloka. Bahwa kalian memuliakan keberadaan Tuhan.

Adanya Kesadaran adalah bukti kebaradaan Sang Roh

[Peserta]: Maharaja mengatakan bahwa bukti keberadaan roh adalah kesadaran. Tetapi di suatu tempat Srila Prabhupada mengatakan bahwa kesadaran saja bukan merupakan tanda kehidupan. Jika seseorang tidak sadar dapatkah ia masih memiliki kehidupan…

[Srila Sripad Maharaja]: Kesadaran hanya akan muncul dalam kondisi yang murni. Untuk mencapai pengertian yang benar mengenai makna kehidupan yang sesunguhnya. Ada banyak sekali jenis bentuk kehidupan,  8.400.000, kitab suci mengatakan. Jadi beberapa bentuk kehidupan yang lebih rendah…orang-orang meragukan apakah mereka memiliki kehidupan atau tidak…tanda kesadaran mereka sangat minimal. Adalah fakta bahwa mahluk hidup memiliki tanda kesadaran. Apabila tidak memiliki tanda kesadaran maka itu merupakan benda mati. Poin yang terpenting yang harus diingat adalah, bahwa kita harus mencapai kesadaran yang murni seperti Tuhan. Partikel emas yang terdapat dalam bijih atau tambang emas terkontaminasi dengan banyak logam lainnya dalam keluarga emas (seperti perak, platinum dalam tabel periodik kimia). Mereka memiliki kualitas yang sama dalam keluarga yang sama. Tetapi kita harus mengisolasi emas yang murni, kita harus membuang ketidakmurnian tersebut. Seperti halnya, walaupun kita mengatakan bahwa bukti kehidupan adalah kesadaran, tetapi dalam kesadaran, ketikmurnian dan kekotoran muncul maka kita harus menghilangkannya. Tanpa itu kita tidak akan mampu memperoleh kemajuan dalam hidup. Bagaimana kita menghilangkan ketidakmurnian tersebut? Bagaimana menyucikan kontaminasi tersebut? Apakah ada yang tahu? Bagaimana menyucikan kesadaran yang terkontaminasi? Prosesnya adalah… Srila Prabhupada mengatakan itu sangat ilmiah…Kesadaran Krisahna adalah sangat ilmiah, oleh karena anda bisa mengaplikasikannya melalui praktek pelayanan bhakti. Jika anda mempraktekkan kehidupan bhakti maka kesadaran anda akan menjadi murni. Kontaminasi secara perlahan akan hilang…penyucian. Dengan kata lain kemampuan ini hanya bisa didapatkan dalam bentuk kehidupan manusia. Kenapa seseorang dapat melakukannya? Kenapa hanya bisa didapatkan dalam bentuk kehidupan manusia? Bentuk kehidupan manusia memiliki tempat yang spesial dalam jagat raya dan Srila Narottama Das Thakur menyanyikan lagu yang sangat indah, manusa janama paiya..radha krsna na bhajiya..janiya suniya visaya khaiya. Dalam kehidupan sebagai manusia jika engkau tidak melakukan pelayanan bhakti yang murni kepada Radha Krsna maka engkau hanya melakukan bunuh diri. Meminum racun berarti bunuh diri. Bentuk kehidupan ini memiliki tempat yang khusus dalam ciptaan Tuhan. Ini adalah pemberian khusus.

Hanya dalam kehidupan manusia ini kesadaran kita dapat disucikan. Sebab dalam bentuk kehidupan lain di bawah kehidupan manusia hukum karma mengatur dengan ketat perjalanan kehidupan sampai seseorang mencapai bentuk kehidupan manusia. Karenanya mereka tidak memiliki kebebasan, kehendak bebas yang lengkap…mereka tidak memiliki pilihan, dan kesadarannya juga tidak berkembang secara sempurna. Dalam bentuk kehidupan manusia, sekali anda memperoleh pengertian tentang penyucian kesadaran ini maka anda akan mampu mencapai kesadaran yang murni. Jadi kesadaran yang murni merupakan tanda dimana seseorang secara alami bisa mendapatkan esensi kehidupan secara nyata.

Dalam Bhagavad Gita, Krsna mengatakan, brahma bhuta prasanntama na socati na kanksati, dengan melakukan pelayanan bhakti engkau akan mendapatkan kesadaran murni yang disebut brahma bhuta. Dan tandanya tidak ada lagi penyesalan, tidak ada lagi keinginan akan nama baik dan kemasyuran material. Tertarik dan menginginkan kualitas seperti yang kita lihat dalam pribadi penyembah murni Tuhan, kehidupan orang-orang suci, kepribadian yang suci. Oleh karena itu kesadaran harus disucikan. Penyucian ini kadang-kadang berlangsung dengan cepat karena karma baik dan terkadang memerlukan waktu bertahun-tahun. Tetapi itu tergantung dari tingkat penyerahan diri yang dilakukan seseorang. Jadi Krsna mengatakan, yad karosi…yad ajnasi…yad juhosi, apapun yang anda lakukan, lakukanlah sebagai persembahan kepadaNya.  Dengan kata lain dengan cara bagaimana anda mendedikasikan kehidupan untuk memuaskan Tuhan, melayani Tuhan, maka beliau akan merespon. Karenanya kita tidak perlu mengeluh. Jika saya melakukan suatu hal salah lalu mengeluh kepada Krsna, karma phala. Seseorang harus mengetahui kesalahannya dan kemudian kita mulai belajar maka kita akan membuat kemajuan dalam perjalanan hidup.

Banyak orang mengeluh mengapa Krsna memberikan banyak kesulitan kepada saya? Saya telah bekerja dengan keras untukNya. Banyak masalah yang bisa diselesaikan dengan pendekatan Kesadaran Krishna. Oleh karena itu sejak masa anak-anak berada di gurukula, jika kalian serius mempelajari dasar kehidupan ini maka ketika tumbuh dewasa banyak hal yang akan terungkap.…(tidak jelas)…kalian sangat beruntung karena mempelajari hal ini sejak usia dini. Di sekolah lain mereka tidak mendiskusikan hal ini. Tetapi sekarang kalian telah terbiasa dan mempelajarinya. Ditambah kalian harus bekerja keras. Mainkanlah dengan baik…layani mahaprasada yang enak…dan bekerja keras…Jika kalian bekerja dengan baik maka kalian akan menemukan bahwa hidup sangatlah berarti. Jika kalian bekerja keras tanpa mengetahui tujuan, maka kalian tidak akan menemukan kebahagiaan. Berdoalah untuk memperoleh karunia Tuhan dan cobalah melakukan kewajiban kita. Ini harus dilakukan secara otomatis. Segala dorongan, antusiasme, jiwa antusiasme harus kalian miliki dan tak seorangpun harusnya memberi tahu. Sesuatu harus datang dari dalam. Maka kalian akan melihat bahwa kalian telah memperoleh kemajuan dalam hidup. Dan apapun yang datang dalam kehidupan kalian, kalian akan mampu melihatnya dalam perspektif yang benar.

Lakukan kewajiban seperti yang di amanatkan Bhagavad Gita. Lakukan kewajibanmu dengan baik dan gantungkan hasilnya atas karunia Tuhan. Kita harus melakukan kewajiban, berarti kita tidak boleh malas dalam hal ini. Melainkan kita harus sangat dinamis, sangat antusias, dan sangat taat. Ketaatan adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan seorang siswa. Kita semua adalah siswa terlepas dari muda ataupun tua, kita adalah para siswa dari penciptaan kosmik Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karenanya kita harus melaksanakan kewajiban kita dan dalam semangat itu kalian bisa menghormati guru-guru, senior, dan kalian akan sangat bersemangat dalam berdoa. Semua ini akan datang secara otomatis sebagai akibat yang wajar.

Untuk melaksanakan ini kita harus menjaga badan dan jiwa kita bersama-sama dalam keadaan sehat dengan istirahat beberapa saat, kadang-kadang dengan tidak bekerja terlalu keras…(tertawa)…ada cukup waktu untuk beristirahat dan belajar dengan baik. Sesuaikan waktu dengan faktor lainnya dan jika kalian meletakkan prinsip ini bersama-sama maka kalian akan menemukan bahwa kehidupan adalah petualangan yang sangat bermanfaat. Ciptakanlah manfaat terbaik dari ini. Srila Prabhupada selalu mengatakan, manfaat terbaik dengan penawaran terendah. Lakukanlah dengan baik, Kesadaran Krishna adalah keluarga besar. Ketika kalian tumbuh dewasa. kalian akan menjadi pemimpin masyarakat yang baru. Generasi yang lebih tua akan meninggalkan planet ini dan generasi yang muda akan mengambil alih. Semuanya selalu berlangsung seperti itu. Kita hanya harus berdoa dan melakukan kewajiban kita dengan baik. Jadi ini adalah pesan. Dimana semua guru gurukula? Adakah pesan untuk saya?

[Guru gurukula]: terima kasih Maharaja atas pelajaran yang sangat baik. Tidak ada yang tidak mungkin atas karunia Krsna, dan karunia Krishna akan datang melalui karunia seorang penyembah yang mulia. Jadi saya ingin memohon kepada anda dan seluruh penyembah yang mulia yang telah datang bersama anda untuk memberkati para siswa sehingga suatu ketika mereka dapat memuliakan Tuhan dengan cara yang unik seperti apa yang telah anda uraikan.

Haribol…3X.. H.H Bhaktisvarupa Damodara Swami Maharaj ki jay.(guru dan siswa menyenyikan nama suci bersama-sama)

[Srila Sripada Maharaja]: Bhaktivedanta International Gurukul, Vrindavan Ki jay …

Terima kasih…

Ditranscribe oleh Acintya Rupini devi dasi (Mumbai) dan dipublikasikan melalui mailing list News_Travels_BSDS@yahoogroups.com
Diterjemahkan oleh  Nityananda Rama das

Popularity: 24% [?]

Class by,

Sri-Srimad Bhaktisvarupa Damodara Svami Sripada Maharaja

Pesraman Sri-Sri Radha-Rasesvara, November 28, 2003

ahimsaya paramahamsya-caryaya

smrtya mukundacaritagrya-sidhuna

yamair akamair niyamais capy anindaya

nirihaya dvandva-titiksaya ca

ahimsaya—dengan tanpa kekerasan, paramahamsya-caryaya—dengan cara mengikuti langkah-langkah para acarya yang mulia; smrtya—dengan mengingat; mukunda—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; acarita-agryta—semata-mata mengajarkan tentang kegiatanNya; sidhuna—dengan minuman kekekalan; yamah—dengan mengikuti prinsip-prinsip yang mengatur; akamah—tanpa keinginan-kieinginan material; niyamah—dengan mengikuti peraturan secara ketet; ca—juga; api—pasti; anindaya—tanpa menghina; nirihaya—hidup secara sederhana, bersahaja; dvandva—dualitas; titiksaya—dengan toleransi; ca—dan

TERJEMAHAN

Seorang calon yang ingin maju dalam kerohanian, harus 1) tanpa sifat kekerasan, 2) mengikuti langkah-langkah para acarya yang mulia, harus senantiasa mengingat kegiatan Tuhan Yang Maha Esa yang bagaikan minuman kekekalan, harus mengikuti prinsip-prinsip yang mengatur, tanpa keinginan material dan sambil mengikuti prinsip yang mengatur, ia tidak boleh menghina orang lain. Seorang penyembah harus hidup dengan sangat sederhana dan tidak terganggu oleh dualitas unsur-unsur yang bertentangan. Ia harus belajar untuk mentolelirnya. (SB. 4.22.24)

Penjelasan

Ahimsa = Tanpa Kekerasan

Para penyembah sebenarnya adalah orang suci, sadhu. Kualifikasi pertama  seorang sadhu, atau penyembah adalah ahimsa, atau tanpa sifat kekerasan. Orang-orang yang tertarik kepada jalan pelayanan bhakti, atau tertarik pulang ke dunia rohani, kembali kepada Tuhan, pertama-tama harus mempraktekkan ahimsa-sifat tanpa kekerasan. Seorang sadhu dijelaskan sebagai titiksayah karunikah (Bhag. 3.25.21). Seorang penyembah harus selalu bersifat toleransi dan kasih sayang terhadap orang lain. Sebagai contoh jika ia sendiri mengalami penderitaan pribadi ia harus mentolerirnya. Seluruh dunia dipenuhi dengan kekerasan dan urusan pertama seorang penyembah adalah menghentikan kekerasan ini termasuk pemotongan binatang yang tidak di perlukan. Seorang penyembah adalah kawan bukan hanya bagi umat manusia tetapi juga seluruh mahluk hidup, karena ia melihat seluruh makhluk hidup sebagai anak-anak dari Tuhan Yang Maha Esa. Ia tidak menganggap dirinya sendiri sebagai anak tunggal dari Tuhan dan membiarkan yang lainnya dibunuh, dengan berfikir bahwa mereka tidak mempunyai roh. Filsafat seperti ini tidak pernah disetujui oleh seorang penyembah-murni Tuhan. Suhrdah sarva-dehinam: seorang penyembah sejati adalah kawan bagi seluruh makhluk hidup. Krsna menyatakan dalam Bhagavad-gita bahwa DiriNya adalah Ayah semua jenis makhluk hidup, maka itu seorang penyembah Krsna senantiasa sebagai teman bagi semua makhluk hidup. Itulah yang di namakan ahimsa. Sikap tanpa kekerasan seperti itu hanya akan bisa dipraktekkan apabila kita mengikuti langkah-langkah para acarya-acarya yang mulia dari empat sampradaya, atau garis perguruan.

Paramahamsa Caryaya

Berusaha untuk maju dalam kehidupan rohani diluar garis perguruan adalah lucu atau menggelikan saja. Oleh karena itu dinyatakan, acaryavam puruso veda: orang yang mengikuti garis perguruan para acarya mengetahui hal-hal dengan sebenarnya (Candogya Up. 6.14.2). Tad-vijnartham sa gurun evabhigacchet: untuk bisa mengerti ilmu pengetahuan rohani, orang harus mendekati guru kerohanian yang dapat dipercaya (Mundaka Up. 1.2.12). Kata smrtya adalah sangat penting dalam kehidupan rohani. Smrtya berarti mengingat Krsna senantiasa. Hidup harus diatur sedemikian rupa sehingga orang tidak bisa tahan tanpa berpikir tentang Krsna. Kita harus hidup di dalam Krsna sehingga ketika sedang makan, sedang tidur, berjalan dan bekerja kita akan tetap berada hanya di dalam Krsna. Masyarakat kesadaran Krsna kita menasehatkan supaya kita mengatur kehidupan kita sehingga kita bisa selalu mengingat Krsna. Dalam masyarakat ISKCON kita para penyembah sambil sibuk membuat dupa Dunia Rohani, juga sibuk mendengar tentang kemuliaan Krsna dan para penyembahNya. Sastra menganjurkan, smartavyah satatam visnuh: Tuhan Visnu harus senantiasa diingat secara terus menerus. Vismartavyo na jatucit: Visnu tidak boleh dilupakan. Itulah cara hidup rohani. Smrtva, ingatan kepada Tuhan ini bisa terus-menerus apabila kita mendengar tentang Beliau senantiasa. Oleh karena itu disarankan dalam ayat ini: mukundacaritagrya sidhuna. Sidhu berarti “minuman kekekalan”. Mendengar tentang Krsna dari Srimad Bhagavatam atau Bhagavad-gita atau kitab suci yang asli yang serupa adalah hidup dalam Kesadaran Krsna. Konsentrasi dalam Kesadaran Krsna seperti itu bisa dicapai oleh orang-orang yang mengikuti prinsip-prinsip yang mengatur secara ketat. Kita telah menganjurkan dalam gerakan masyarakat Kesadaran Krsna kita agar seorang penyembah mengucapkan nama suci Tuhan sebanyak enam belas putaran japa mala dan mengikuti prinsip-prinsip yang mengatur. Itu akan membantu penyembah menjadi mantap dalam kemajuaan rohani di dalam hidupnya.

Yama = Mengendalikan Indria-indria

Di dalam ayat ini juga dinyatakan bahwa orang akan bisa membuat kemajuan dengan cara mengendalian indria-indria (yamaih). Dengan mengendalikan indria-indria, orang bisa menjadi svami atau gosvami. Oleh karena itu orang yang memperoleh gelar luar biasa, svami atau gosvami, harus mengendalikan indria-indrianya dengan ketat sekali. Sesungguhnya, ia harus menjadi penguasa indria-indrianya. Hal ini mungkin jika seseorang tidak menginginkan kenikmatan indria-indria material. Jika secara tidak di sengaja, indria-indrianya itu ingin bekerja secara bebas maka ia harus mengendalikannya. Jika kita semata-mata berlatih menghindari kepuasan indria-indria, pengendalian indria-indria akan secara otomatis tercapai.

Anindaya = Tidak Mengkritik

Hal penting lainnya yang disebutkan dalam hubungan ini adalah anindaya, kita tidak boleh mengkritik cara-cara keagamaan orang lain. Ada beraneka macam sistem keagamaan yang bekerja di bawah sifat-sifat alam yang berbeda-beda. Sistem-sistem keagamaan yang bekerja di bawah sifat-sifat kebodohan dan nafsu tidak bisa sesempurna sistem keagamaan dalam sifat kebaikan. Dalam Bhagavad-gita segala sesuatu telah dibagi menjadi tiga bagian menurut sifat-sifatnya, oleh karena itu sistem keagamaan di golong-golongkan dengan cara yang serupa. Apabila orang-orang kebanyakan berada dibawah sifat-sifat nafsu dan kebodohan maka sistem keagamaan mereka akan tergolong ke dalam sifat yang sama. Seorang penyembah, daripada mengkritik sistem-sistem keagamaan seperti itu, sebaliknya ia akan menyemangatkan para pengikut sistem keagamaan itu untuk terikat kepada prinsip-prinsipnya sehingga secara berangsur-angsur mereka akan sampai pada tingkat sistem keagamaan yang dalam sifat kebaikan. Semata-mata dengan mengkritiknya pikiran penyembah akan bergejolak. Jadi seorang penyembah harus menahan dan belajar untuk menghentikan gejolak itu.

Nirhaya = Hidup Sederhana

Ciri lain seorang penyembah adalah nirihaya, hidup sederhana. Nirihaya berarti “sopan”, “lembut” atau “sederhana”. Seorang penyembah tidak boleh hidup secara mewah dan meniru orang-orang duniawi. Hidup sederhana dan berpikir tinggi disarankan kepada penyembah. Ia harus menerima sebanyak yang diperlukan untuk menjaga badan material tetap sehat untuk melaksanakan pelayanan bhakti. Ia tidak boleh makan dan tidur melebihi yang dibutuhkan. Makan semata-mata untuk hidup, bukan hidup untuk makan, dan tidur hanya enam sampai tujuh jam dalam satu hari merupakan prinsip-prinsip yang harus diikuti oleh para penyembah. Selama memiliki badan material, badan itu tunduk kepada pengaruh perubahan-perubahan iklim, penyakit dan gangguan-gangguan alam, tiga jenis kesengsaraan material. Kita tidak bisa menghindarinya. Kadang-kadang kita menerima surat dari penyembah-penyembah baru yang menanyakan mengapa mereka jatuh sakit walaupun telah mengikuti kesadaran Krsna. Mereka harus belajar dari ayat ini bahwa mereka harus menjadi toleransi (dvandva-titiksavah). Ini adalah dunia dualitas. Orang tidak boleh berpikir bahwa karena ia telah jatuh sakit ia telah jatuh dari Kesadaran Krsna. Kesadaran Krsna bisa berjalan tanpa terhambat oleh halangan material apapun. Oleh karena itu Sri Krsna menasehatkan dalam Bhagavad-gita (2.14), tams titiksva bharata: ‘O Arjuna, berusahalah untuk mentolerir segala gangguan ini. Menjadi mantaplah dalam kegiatan Kesadaran Krsnamu.’

Catatan:

Srila Sripada Maharaj menganjurkan agar semua penyembah membaca sloka ini setiap hari, Brahmacari hendaknya menempel sloka ini di kamar tidur, para Grihasta hendaknya menempel sloka ini di ruang tamu, para penyembah dalam tingkat Vanaprastha dan Sannyasa hendaknya menyimpan sloka ini di kepalanya.

Popularity: 33% [?]

Pelajaran oleh
 Sri Srimad Bhaktisvarupa Damodara Swami Srila Sripada Maharaja
New Varshana, Prancis, 15 April 2005


Jadi lagu ini: " Suddha-bhakata-carana renu, bhajana-anukula, bhakata-seva,
parama-siddhi prema-latikara mula". “Debu kaki padma penyembah murni sangat
berharga bagi pelayanan bhakti, karena pelayanan kepada Vaishnava merupakan
kesempurnaan tertinggi dan akar dari tumbuhan cinta kasih rohani.” Lagu yang
indah ini digubah oleh Srila Bhaktivinoda Thakur. Kalian bisa melihat…bahwa
untuk mengerti Krsna sangatlah sulit. Satu-satunya cara bagi kita untuk
memiliki pengetahuan tentang Krishna adalah dengan cara melayani penyembah
murni Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, disini Bhaktivinoda Thakur mengatakan
dengan jelas, sudha bhakata, berarti penyembah murni Tuhan, renu artinya debu, 
carana berarti kaki-padma. Dengan cara melayani kaki-padma penyembah murni
seseorang dapat memperoleh karunia berupa pelayanan bhakti.

Read the rest of this entry »

Popularity: 22% [?]