Adalah Keunikan Bentuk Kehidupan Manusia. Pertanyaan apakah yang terpenting?
Oleh TD Singh, Ph.D
Pertanyaan, jijnasa, merupakan sifat-dasar kehidupan. Setiap orang bertanya tentang suatu hal atau hal lain. Selama hidupnya, seseorang mengalami berbagai fase seperti usia tua, penyakit dan banyak macam penderitaan. Oleh karena itu, kita ingin menemukan solusi masalah-masalah diatas. Setiap karya riset ilmiah merupakan sejenis (usaha untuk) bertanya. Srila Prabhupäda mengatakan bahwa Jikalau seseorang belum naik ke posisi ”mengajukan pertanyaan tentang penderitaan yang dialaminya,” maka dia belum dianggap sebagai seorang manusia sempurna. Kemanusiaan dimulai ketika jenis pertanyaan ini muncul dalam pikirannya. Oleh karena itu, Pertanyaan membentuk proses yang paling penting untuk memperoleh pengetahuan. Kita ingin mengetahui hal-hal yang berada di luar apa yang dapat kita lihat secara biasa. Kita telah menemukan mikroskop elektron, teleskop, dan sebagainya–untuk memuaskan rasa penasaran kita. Namun semua ini belumlah cukup. Indera-indera kita dan perpanjangan indera-indera kita (seperti mikroskop, teleskop, dan lain-lain –ed) masih sangat terbatas. Dapatkah seekor burung bertanya tentang kehidupannya? Makhluk-makhluk hidup biasa yang innocent seperti burung dan hewan hanya bertanya tentang kebutuhan-kebutuhan badannya. Mereka bertanya, ”di manakah ada air?, di manakah ada makanan?, di manakah ada tempat berteduh?”, dan seterusnya. Namun mereka tidak memiliki kemampuan untuk bertanya tentang makna dan tujuan kehidupan yang lebih mendalam. Tetapi dalam bentuk kehidupan manusia, orang diberkati dengan kemampuan unik untuk bertanya di luar kebutuhan-kebutuhan badan ini. Inilah kualifikasi khusus dan khas bentuk kehidupan manusia. Ketika seorang anak mulai berkembang, dia bertanya kepada orang tuanya tentang banyak hal yang ada di sekitarnya, seperti ‘Apa ini?’, ‘Apa itu?’, dan sebagainya. Dengan cara seperti ini, anak itu mengumpulkan pengetahuan dari orang tuanya. Oleh karena kecerdasan yang sadar sudah berkembang sepenuhnya, umat manusia dapat mengajukan berbagai tingkat pertanyaan termasuk pertanyaan-pertanyaan yang lebih mendalam tentang kehidupan. Pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan manusia pastilah untuk mengetahui Kebenaran Mutlak, jivasya tattvajijnäsä. Srimadbhagavatam (1.2.10) menyatakan:
kämasya nendriyaprétirläbho jéveta yävatä
jivasya tattvajijnäsä närtho yaç ceha karmabhih
Terjemahan: “Keinginan-keinginan hidup hendaknya tidak pernah diarahkan kepada kepuasan indera-indera. Seseorang sebaiknya hanya menginginkan kehidupan yang sehat, atau hanya untuk memelihara badan, karena Kehidupan Manusia adalah dimaksudkan untuk bertanya tentang Kebenaran Mutlak. Seharusnya tidak ada hal lain yang menjadi tujuan pekerjaan seseorang.” Kemampuan untuk bertanya tentang kebenaran tertinggi membuat kehidupan manusia berbeda secara khas dengan semua bentuk kehidupan yang lain. Newton bertanya mengapa buah apel jatuh ke bawah. Sebagai jawaban atas pertanyaan ini, dia menemukan hukum grafitasi26,
F = G m1m2/d2
di mana F adalah gaya tarik-menarik antara dua benda yang memiliki massa m1 dan m2, d adalah jarak antara kedua benda dan G adalah konstanta grafitasi. Demikianlah Vedanta menekankan bahwa mata pelajaran utama dari bentuk kehidupan manusia adalah untuk bertanya tentang sains Kebenaran Mutlak, Tuhan. Katha Upanisad (1.3.14) dengan tekanan kata yang sangat kuat dan seksama memberikan panggilan keras kepada seluruh umat manusia dalam ayat berikut: uttiñöha jägratä präpta-varän nibodhata kñurasya dhärä niçitä duratyayä durgaà pathas tat kavayo vadanti Terjemahan: Bangkitlah! Bangunlah! berusahalah untuk mengerti anugerah yang kini engkau telah dapatkan dalam bentuk kehidupan manusia. Jalan keinsyafan rohani adalah sangat sulit; ia tajam bagaikan pinggiran pisau silet, sulit untuk ditempuh dan susah untuk diseberangi, begitu dikatakan oleh orang-orang suci yang terpelajar. Vincent Dethier, seorang ahli biologi dan psikolog terkenal dari Amerika, juga menyatakan, “Salah satu sifat khas yang membedakan manusia dengan binatang-binatang yang lain adalah kebutuhan pengetahuan untuk kepentingannya sendiri. Banyak binatang merasa ingin tahu, namun bagi mereka keingintahuan merupakan suatu segi penyesuaian diri. Manusia memiliki rasa lapar untuk mengetahui. Dan semua orang tanpa kecuali, karena telah dianugerahi dengan kemampuan untuk mengetahui, dia memiliki kewajiban untuk mengetahui.”27 Dengan cara yang serupa, Ayn Rand, seorang penulis dan filosof termasyur dari Russia menyimpulkan dalam karya besarnya Atlas Shrugged: “Manusia tidak akan dapat bertahan hidup kecuali memperoleh pengetahuan, dan berpikir logis adalah cara mereka satu-satunya untuk mendapatkannya. … Pikiran manusia adalah perkakas dasarnya untuk bertahan hidup. … Untuk bertahan hidup, dia harus bertindak, dan sebelum bertindak, dia harus mengetahui hakikat serta tujuan dari tindakannya. … Untuk bertahan hidup, dia harus berpikir.”28 ‘Siapakah saya?’, ‘apakah Kebenaran Mutlak Yang Paling Utama?’, ‘apakah asal mula kehidupan itu?’, ‘apakah kehidupan itu?’, ‘Bagaimanakah nasib sang jiva manusia ketika badannya telah mati?’ merupakan beberapa pertanyaan dasar yang dapat diajukan oleh umat manusia. Jadi, sutra pertama Vedänta-sütra mengarahkan manusia yang banyak berpikir untuk bertanya tentang kebenaran yang paling mendasar. Finf more di ”seri Vedanta dan Sains 1: Kehidupan dan Asal mula Jagat Raya” Rp 35. 000 Dan ”Kehidupan dan Evolusi Spiritual” Rp. 25.000
Popularity: 61% [?]
Find more di
”seri Vedanta dan Sains 1: Kehidupan dan Asal mula Jagat Raya”
Rp 35. 000
Dan
”Kehidupan dan Evolusi Spiritual”
Rp. 25.000
Apakah anda suka bertanya juga?
Apakah Pertanyaan-pertanyaan diatas termasuk pertanyaan2 Anda?
Apakah Anda Seorang yang curious?
Apakah Anda seorang yang berpikir logis dan tertarik terhadap Spiritualitas?
Apakah Anda ingin tahu lebih dalam tentang Misteri Kehidupan?
Apakah Anda ingin tahu Esensi Kehidupan Manusia?
Apakah Anda mencari tahu rahasia kedamaian Hati dan Kebahagian Sejati?
Jika ya. Ayo jangan malu malu datang ke seminar kami.
Mumpung masih ada tempat yang kosong.
Kapan lagi?
Kalo tidak sekarang
Umur tak bisa ditebak
Bencana tak Bisa dhindari.
Hanya duduk manis.
Sapa tahu Anda menemukan JAWABAN atas PERTANYAAN yang Anda CARI CARI?
di
SEMINAR INTERNATIONAL on
Science, Spirituality and Human Life
http://www.balisankirtan.com/bhaktivedanta-institute-seminar-international.php